-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Sebuah Rencana Besar

Sebuah Daisypath dengan judul "Sebuah Rencana Besar" sudah terpampang di html/javascript blog ini.  Dengan penuh pertimbangan dan tentunya akan memunculkan sebuah tanggung jawab besar menjadi dasar sebuah keputusan untuk memajangnya.

Pada hari ini jelas tertulis di sana 3 months 2 weeks 5 days until Our Wedding Day. Sungguh hari yang benar2 kami nantikan. Sungguh mulai saat ini akan banyak cerita yang akan kami sampaikan, dengan terus mengharap keridhoan Allah dan doa teman2 semuanya.



Kami akan menulis, kami akan bercerita, secara lepas, jujur, tanpa tedeng aling2. Tidak terlalu besar tapi cukup luas untuk berbagi, semua tentang bahagia, dan juga kerikil-kerikil diantaranya, dengan sebuah keyakinan bahwa semuanya akan bermuara pada kebahagiaan, karena cinta tak membutuhkan alasan untuk dijalani, juga mungkin untuk diceritakan.

Just doa and do the best until

Daisypath Wedding tickers

Suka vs Tidak suka (merokok)

Judulnya asal ya, dualisme, kontrary, mungkin seperti artikel yang akan kutulis ini.

Pernah liat iklan salah satu produk rokok di televisi, yaitu rokok Djarum Black. Djarum Black versi pacaran adalah yang simple dan pendek yang menyangkut soal tulisan-tulisan dan cinta-cintaan, bukan tentang iklan super panjang tentang keberanian dan keperkasaan lelaki. Itu yang ku suka, sekalian menjawab pertanyaan pertama di atas. Ketika si cewek dan si cowok ribut dan marahan di sebuah cafe, si cewek kesal sampai nggak mau ngomong terus dia ngambil pulpen dan corat-coret nulis.

“Kita sudah nggak cocok, aku nggak mau hidup sama kamu”.

Kalimat yang sangat menohok bagi si Cowok. Si cowok kemudian ikut-ikutan ngambil kertas yang udah diremes-remes si cewek berisi tulisannya itu, dia juga ngambil pulpen dan corat-coret di atas kertas kusut tadi dan ngembaliin kertas tadi ke si cewek. Si cewek masih kesel dan ngebaca kertas itu dengan mimik muka yang masih marah dan tak ramah. Tapi kemudian si cewek malah senyum dan jadi manis, enggak marah lagi karena tulisan si cowok ternyata cuman nyoret kata ‘nggak’ di kalimat dalam kertas tersebut.

Hingga kalimatnya menjadi "Kita sudah nggak cocok,  aku nggak mau hidup sama kamu."



Itu yang kusuka, romantis banget. Kalo yang gak kusuka, itu iklan sebuah rokok, kalo misalnya iklan coklat pasti judulku berubah suka vs suka a.k.a suka banget hahaha.

Coba perhatikan dan renungkan kalimat yang selalu ada dalam bungkus rokok ini:
Peringatan Pemerintah: Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

Yang aneh adalah sudah ada peringatan seperti itu kok masih aja ngerokok, apa karena faktor Pemerintah, individu, atau terpengaruh iklan tersebut. Alhamdulillah aku tidak terpengaruh oleh semua. Ya udahlah itu urusan mereka, not my bussines, asal tetap menjaga kode etik merokok, tidak di tempat umum dan tidak di dekat orang yg nggak merokok, nikmati sendiri aja sendiri ya merokoknya.

Aku pingin usul peringatan tersebut diganti aja, jadi seperti ini:
Peringatan Tuhan: Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin.

Ini niy contoh yang pingin tau bagaimana sebenarnya bahaya merokok itu: link

Ato liat video ini deh


Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa

Karya : Ugik Madyo



Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.



Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.


Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga
kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur.


"Aku gak bisa tidur." Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini.
"Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur."
"Iya.. ya." Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam.


"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya.
Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli.


"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas.


"Busyet dah nih orang." Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya.
Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya. Begini isi surat itu.






Kepada YTH


Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya


Di tempat


Assalamu'alaikum Wr Wb


Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.


Saya, yang bernama ...... menginginkan anda ...... untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan.
Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan
kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.
Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini.


Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin


Wassalamu'alaikum Wr Wb






Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis.
Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan.


"Kenapa kamu memilih dia."
"Karena dia manusia biasa." Dia menjawab mantap. "Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku."


"Maksudnya?"


"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha."


"Ssttt." Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. "Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama." Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya.


"Gik..."


"Tidur. Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.


Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan
berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses.
Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa.
Amin.
Share

Sang Pemimpi: kepincut akting Arai (remaja)



Arai merupakan sepupu jauh Ikal yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan kemudian diangkat sebagai anak oleh orang tua Ikal. Bagi Ikal, Arai adalah pahlawannya. Sebagai anak muda, gairah dan emosinya naik-turun. Cinta Arai kepada Zakiah membuatnya belajar musik, pengiring lagu. Fantastik sekali adegan itu!!! :)

Sifat kerelaan berkorbannya sangat terlihat, lihatlah pengorbanannya saat membeli bahan dan alat membuat kue untuk si ibu, serta saat membawakan Jimbron sebuah kuda dari tabungan yang dikumpulkannya sedari lama.
Terlepas dari cerita tentang karakter Arai yang seperti itu, smakin kepincut lagi saat peran Arai remaja dilakoni oleh Ahmad Syaifullah. Sungguh karakter yang membuat aktingnya sangat menonjol, sangat pas, aktingnya sangat natural, kuat dan punya kharisma, flamboyan (saat memainkan gitar). Intinya sangat menyenangkan untuk dilihat.

Sinopsis:

Secara keseluruhan inilah filmnya para kaum pemimpi. Dreamers. Impian, segila apapun, bisa terwujud.
Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si Jimbron. Kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri pertama di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan Pak Kepala Sekolah mereka.
Perpisahan Jimbron dengan ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua hidup mandiri, dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar, sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi.

Akhirnya Sang Pemimpi menunjukkan bahwa cita-cita tak bisa diucapkan di mulut saja. Cita-cita, sesederhana atau setinggi apapun, harus diwujudkan dengan kerja keras, tak bisa diperoleh dengan duduk-duduk di kedai kopi saja, begitukan kata Pak Kepsek?

Share

Fab Four: The Beatles Way

Buku yang inspiratif tentang perjalanan The Beatles yang ditulis penggemarnya juga. Perjalanan karir The Beatles dari awal sampai masa perpecahan (masa Beatlemania) di kupas tuntas. Dari lagu-lagunya saja mereka sudah keren,  tapi ternyata filosofi di balik setiap lagunya juga sangat keren. Tak sampai 2 haripun buku ini sudah kulahap :)

Ada 7 Prinsip utama yang diuraikan dengan sangat menakjubkan: Impian, Tujuan, Sikap, Tim, Kontrol, Berkembang, dan Spirit. 
Satu kalimat John yang mewakili prinsip-prinsip tersebut dana tak bakal pernah kulupakan, "Aku bukan seorang yang jenius, tapi aku adalah seorang pekerja keras".
The Beatles telah menciptakan musik yang sangat berarti bagi begitu banyak orang di seluruh dunia, bahkan lebih dari tiga puluh tahun setelah grup ini bubar. Tetapi, benarkah mereka layak disebut guru pengembangan pribadi? Bila kita memperhatikan secara lebih saksama seluruh fenomena sukses The Beatles, mulai dari masa awal mereka yang memprihatinkan sebagai sebuah grup yang `mentah` dan semrawut sampai ke pengangkatan mereka sebagai ikon budaya, musikal yang hebat. John, Paul, George, dan Ringo adalah para pemuda pembaharu dunia yang memegang teguh prinsip-prinsip sukses dan pengembangan diri sementara mereka menciptakan warisan kesukacitaan dan kedamaian yang tak lelang oleh waktu.

Buku ini merekontruksikan bagaimana The Beatles sungguh-sungguh mencapai impian-impian mereka yang paling liar, tak terduga, tak terbayangkan dan bagaimana kebijaksanaan mereka bisa disuling menjadi prinsip-prinsip yang jelas, tepat, dan bisa dipahami. Di sini anda bisa belajar menerapkan prinsip-prinsip ini ke dalam hidup anda - hidup yang menantang, optimis, dan kreatif, serta mencapai sukses seperti The Beatles baik dalam pekerjaan, kehidupan rumah tangga, maupun pencapaian impian-impian anda. Tak diragukan lagi, The Beatles adalah guru pengembangan diri.

Setiap hari adalah hari ibu


“Selamat Hari Ibu…”, “Aku Sayang Ibu…” itu beberapa kata yang muncul di status YM! teman-temanku hari ini. Hari ini memang rasanya special buat semua orang untuk ibunda, mungkin kecuali saya, karena bagi saya setiap hari adalah hari untuk berterima kasih pada ibu, meskipun ibu jauh di sana


ibu,
mungkin tiada aku,
jika tiada engkau,
tidak mengerti apa itu dunia
Engkau manusia biasa,
tapi bagiku engkaulah malaikatku
ibu engkaulah surga dunia,
tak pernah terlambat memberi kedamaian


ibu, terimalah salamku,
dari anakmu
ku pendamkan segala memori angan,
untuk ku abadikan engkau dalam hidupku
semoga kau bahagia selalu,
semoga aku dapat membahagiakanmu.
Share

Perjalanan 'unik' ke Masjid Agung Kasepuhan Cirebon

Masjid yang penuh mitos, tanpa kubah, dibangun semalam, Masjid Sang Cipta Rasa. Dengan pengetahuan yang sedikit itulah Saya, Pak Edy dan Pak Wandi tertarik untuk mendatanginya, dengan niat sholat di sana.
Sungguh besar karunia Allah, pada hari dan jam yang sama dengan adanya gempa di sekitaran Jawa Barat, kami sama sekali tidak merasakannya, karena kami waktu di atas becak. Makanya kami bener2 terheran-heran, disaat pasar burung heboh ada gempa dan semua keluar dari gedung, kami justru mengira ahhhh itu hanya lomba burung. Tersadar saat kami turun di depan masjid :)

Sayangnya, kini keadaan masjid yang pernah menjadi pusat penyebaran agama Islam di Jawa Barat ini kurang terawat. Padahal dulu, ketika akan meninggal, Sunan Gunung Jati berpesan pada rakyat Cirebon, “Ingsun titip tajug lan fakir miskin (Saya titip surau ini dan fakir miskin)”
Share

Makrifat Sunan Kalijaga

Dia suka ngintir, menghanyut, tetapi tidak sampai sungguh-sungguh hanyut.
Dia menuju ke seberang sungai, dia mengikuti arus itu sambil tetap menegakkan kebenaran.
Dia menjadi wali yang terkenal di Pulau Jawa.


Sunan Kalijaga menjadi penasihat raja-raja di Jawa dan banyak peninggalannya yang bisa kita lihat sampai sekarang.

Anggota Wali Songo (sembilan) yang paling kukagumi, alasannya karena uraian di atas tadi.
Sejarah: Nama lain Sunan Kalijaga antara lain Lokajaya, Syekh Malaya, Pangeran Tuban, dan Raden Abdurrahman. Berdasarkan satu versi masyarakat Cirebon, nama Kalijaga berasal dari Desa Kalijaga di Cirebon. Pada saat Sunan Kalijaga berdiam di sana, dia sering berendam di sungai (kali), atau jaga kali.

Quote for 21-12-2009


"A room without books is like a body without a soul."

Marcus Tullius Cicero

Marcus Tullius Cicero

Hasil drawing 16 Besar Liga Champion


Mengejutkan!!
Inter-ku ketemu sama Chelsea dan MU-ku ketemu sama AC Milan..



Inter Milan – Chelsea
AC Milan – Manchester United
VfB Stuttgart – Barcelona
Olympiakos – Bordeaux
Bayern Munich – Fiorentina
CSKA Moscow – Sevilla
Lyon – Real Madrid
Porto – Arsenal



*) Goal.com