-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Pembelajaran Dalam Cinta

Mendengar kata cinta, selalu terlukis sebuah keindahan, kasih sayang, perasaan berbunga- bunga. Dalam perjalanan cintaku, tidak selalu ku temukan keindahan. Kadang ku dapati kerikil-kerikil yang mengusik, dan yang paling sering timbul sebagai pemicunya adalah masalah perbedaan. Baik itu perbedaan pendapat, perbedaan budaya, maupun perbedaan sudut pandang/persepsi. Itulah 2 manusia dengan 2 rasa dan 2 pikiran, tidak bisa seperti gembok dan kunci yang bisa passss banget.. Anugrah cinta lah yang membuat 2 anak manusia ingin terus bersama dalam mengarungi kehidupan, untuk saling mengisi. Daya tarik cinta adalah sebuah 'pembelajaran'. Sampai usia tua nanti, kita tidak akan mengenali seutuhnya tentang orang yang kita cintai. Disinilah dibutuhkan sebuah pembelajaran yang berkesinambungan, serta dibutuhkan pengertian yang sangat tinggi.

Seperti rangkuman tentang 'cinta' oleh Us Blawa, yang memperjelas definisi cinta :

Menakjubkan bagaimana cinta mengubah kehidupan. Daya tarik dari cinta adalah pembelajaran, bahkan saat sakit, kita biarkan itu mengalir, biarkan ia berjalan untuk menemukan kualitas dirinya melalui diri kita, pengertian kita, dan penghargaan kita atas cinta melalui kemarahan, kekecewaan, luka, dan pengertian negatif apapun; tantangan selalu ada untuk menemukan cinta. Ada saat ketika nampaknya mustahil, tetapi karena daya tariknya, cinta membuat kita terus berjalan. Ada saat anda merasa terluka, kecewa dan sakit, dan setiap waktu itu adalah pengalaman untuk menemukan jalan pada cinta, memahami dan menerima cinta itu. Dengan kesadaran, anda meneruskan hidup dengan pengalaman baru, orang baru, hal baru, dan hidup baru. Cinta akan sungguh-sungguh menemukan cahaya bagimu, cahaya yang samar, dan tawa dalam perjalanan anda. Cinta tidak selalu memberikan apa yang anda butuhkan, atau apa yang anda inginkan, tetapi akan memberikan sebuah kualitas pengertian yang memadai. Bersama cinta, ada pengharapan, dan hanya pengharapanlah yang mampu menjaga cinta itu tetap hidup.

My Hangga, 'Kan ku jaga cintaku tetap hidup untukmu..
Kamulah cahaya hatiku..
Sungguh aku sayang kamu..

With Luv, Dee

Ringkasan Quantum Ikhlas

Buku ini sebenarnya seperti The Secret tapi versi Indonesianya, dan buku ini kebanyakan membahas Law of Attraction dari segi ilmu Quantum. Apa yang dimaksud dengan Quantum, menurut para ilmuwan. Quantum bahwa di dunia energi yang terhalus yang "tak tampak" wujudnya berlaku hukum yang berbeda dengan dunia benda yang "tampak", di level Quantum sebenarnya tidak ada benda yang padat. Semua benda di dunia pada dasarnya terbuat dari "ruang hampa". Para ilmuwan Quantum ini meneliti apa sebenarnya yang terjadi ketika sebuah benda di belah terus-menerus hingga ke tingkat materi yang sangat kecil. Dan materi terkecil itupun terus dibelah lagi dengan alat pemecah atom sampai tak terlihat hingga berubah menjadi energi yang terhalus.

Buku ini membahas bagaimana kita dapat menyeimbangkan antara otak kiri dan otak kanan, di sini dijelaskan juga apabila kita ingin sukses dan mendapatkan apa yang kita inginkan, seharusnya kita fokus pada apa yang kita inginkan dan bukan memikirkan bagaimana caranya supaya keinginan kita itu terwujud, kadang kita terlalu sibuk memikirkan bagaimana caranya agar keinginan kita terwujud, sehingga menimbulkan rasa khawatir di dalam pikiran dan hati kita, apabila kita meminta dan berdoa pada Tuhan, kita tinggal:
1. Meminta
2. Menerima (seolah-olah keinginan kita telah tercapai)
3. Pasrah

Nah...sifat pasrah atau Ikhlas ini yang kadang atau seringkali sulit untuk dicapai oleh pikiran dan hati kita, cobalah Anda ingat terakhir kali pikiran Anda merasa cemas atau marah. Saat itu otak kiri dan kanan Anda tidak harmonis (koheren) sehingga perasaan hati Anda pun kacau pekerjaanpun berantakan karena Anda sulit berkosentrasi, pastikan setiap pikiran mempunyai keuntungan tariklah keuntungan dari setiap pikiran Anda, hentikan memproses pikiran yang tidak menguntungkan.

Buku inilah sebagai buku pedoman hidup kita untuk dapat dengan mudah merasakan perasaan tenang dan ikhlas dan mudah mencari gelombang otak ikhlas, karena selama perasaan dihati Ikhlas-rela, tenang, enak dan nyaman-maka hidup anda akan terasa rela, tenang, enak dan nyaman. Dengan positive feeling seperti itu sukses dan performance hanya tinggal masalah waktu. Anda tidak perlu ngoyo mengejarnya, karena ketika anda ikhlas, alam Vibrasi melalui mekanika Quantum akan berkolaborasi membantu mewujudkan niat-niat anda. Karena itu keterampilan untuk mempositifkan perasaan menjadi sangat penting untuk menjamin keberhasilan hidup anda.

Perasaan syukur atas setiap apa yang kita dapatkan dan kita peroleh sangatlah penting untuk memperoleh hati yang tenang dan ikhlas serta bahagia, semakin sering Anda melatih perasaan syukur seperti ini, semakin berkurang perasaan tidak enak yang biasa terasa menekan di hati. Dengan semakin lapangnya perasaan di hati, kualitas performance Anda akan meningkat lebih baik secara alami--dalam bentuk efisiensi, efektifitas, produktifitas, kreativitas dan sinkronisitas-tanpa harus memaksa diri.

Ini bab pendahuluan buku tersebut.

Quote for 29-01-2010

"The unreal is more powerful than the real. Because nothing is as perfect as you can imagine it. Because its only intangible ideas, concepts, beliefs, fantasies that last. Stone crumbles. Wood rots. People, well, they die. But things as fragile as a thought, a dream, a legend, they can go on and on. If you can change the way people think. The way they see themselves. The way they see the world. You can change the way people live their lives. That's the only lasting thing you can create."
 
Chuck Palahniuk
— Chuck Palahniuk (Choke)

Mampukah kita mencintai istri tanpa syarat? Kisah Bapak Eko Pratomo Suyatno

Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini (Direktur Fortis Asset Management).

Dalam posisinya seperti itu, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!

Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:

“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.

“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

”Anak-anakku…Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.” Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis

” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.


(dari millis sebelah dan pernah ditayangkan di MetroTV) Semoga kita dapat mengambil pelajaran.

Sandal Jepit Istriku


Selera makanku mendadak punah. Hanya ada rasa kesal dan jengkel yang memenuhi kepala ini. Duh... betapa tidak gemas, dalam keadaan lapar memuncak seperti ini makanan yang tersedia tak ada yang memuaskan lidah. Sayur sop ini rasanya manis bak kolak pisang, sedang perkedelnya asin nggak ketulungan.
'Ummi... Ummi, kapan kau dapat memasak dengan benar...? Selalu saja, kalau tak keasinan... kemanisan, kalau tak keaseman... ya kepedesan!' Ya, aku tak bisa menahan emosi untuk tak menggerutu.

'Sabar bi..., rasulullah juga sabar terhadap masakan Aisyah dan Khodijah.
Katanya mau kayak Rasul...? ' ucap isteriku kalem.


'Iya... tapi abi kann manusia biasa. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. Abi tak tahan kalau makan terus menerus seperti ini...!' Jawabku dengan nada tinggi. Mendengar ucapanku yang bernada emosi, kulihat isteriku menundukkan kepala dalam-dalam. Kalau sudah begitu, aku yakin pasti air matanya sudah merebak. Sepekan sudah aku ke luar kota. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan 'baiti jannati' di rumahku.


Namun apa yang terjadi...? Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Sesampainya di rumah, kepalaku malah mumet tujuh keliling. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal burak [pecah]. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Piring-piring kotor berpesta pora di dapur, dan cucian... ouw... berember-ember. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan detergen tapi tak juga dicuci. Melihat keadaan seperti ini aku cuma bisa beristigfar sambil mengurut dada.

'Ummi...ummi, bagaimana abi tak selalu kesal kalau keadaan terus menerus begini...?' ucapku sambil menggeleng-gelengkan kepala. 'Ummi... isteri sholihat itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah...?' Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu.


'Ah...wanita gampang sekali untuk menangis...,' batinku berkata dalam hati.
'Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Katanya mau jadi isteri shalihat...? Isteri shalihat itu tidak cengeng,' bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai dipipinya. 'Gimana nggak nangis! Baru juga pulang sudah ngomel-ngomel terus.


'Rumah ini berantakan karena memang ummi tak bisa mengerjakan apa-apa.
Jangankan untuk kerja untuk jalan saja susah. Ummi kan muntah?muntah terus,
ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,' ucap isteriku diselingi isak tangis. 'Abi nggak ngerasain sih bagaimana maboknya orang yang hamil muda...' Ucap isteriku lagi, sementara air matanya kulihat tetap merebak. 'Bi..., siang nanti antar Ummi ngaji ya...?' pinta isteriku.


'Aduh, Mi... abi kan sibuk sekali hari ini. Berangkat sendiri saja ya?' ucapku.
'Ya sudah, kalau abi sibuk, Ummi naik bis umum saja, mudah-mudahan nggak pingsan di jalan,' jawab isteriku.

'Lho, kok bilang gitu...?'Iya, dalam kondisi muntah-muntah seperti ini kepala Ummi gampang pusing kalau mencium bau bensin. Apalagi ditambah berdesak? Desakan dalam dengan suasana
panas menyengat. Tapi mudah-mudahan sih nggak kenapa? kenapa,' ucap isteriku
lagi.
'Ya sudah, kalau begitu naik bajaj saja,' jawabku ringan.



Pertemuan hari ini ternyata diundur pekan depan. Kesempatan waktu luang ini kugunakan untuk menjemput isteriku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Kuperhatikan sepatu yang berjumlah delapan pasang itu satu persatu. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal.

'Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,' aku membathin sendiri. Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal
jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Dug! Hati ini menjadi luruh.


'Oh....bukankah ini sandal jepit isteriku?' Tanya hatiku. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Tes! Air mataku jatuh tanpa terasa. Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.

'Maafkan aku Maryam,' pinta hatiku. 'Krek...,' suara pintu terdengar dibuka.
Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain.


Namun, belum juga kutemukan Maryamku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Peantianku berakhir ketika sesosok tubuh berbaya gelap dan berjilbab hitam melintas. 'Ini dia mujahidahku!' pekik hatiku. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja.


Kalau yang lain memakai baju berbunga cerah indah, ia hanya memakai baju warna gelap yang sudah lusuh pula warnanya. Diam?diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.


Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Selama ini aku terlalu sibuk mengurus orang lain, sedang isteriku tak pernah kuurusi. Padahal Rasul telah berkata: 'Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.' Sedang aku..? Ah, kenapa pula aku lupa bahwa Allah menyuruh para suami agar menggauli isterinya dengan baik. Sedang aku...? terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Aku benar-benar merasa menjadi suami terdzalim!!!


'Maryam...!' panggilku, ketika tubuh berabaya gelap itu melintas. Tubuh itu lantas berbalik ke arahku, pandangan matanya menunjukkan ketidakpercayaan atas kehadiranku di tempat ini.

Namun, kemudian terlihat perlahan bibirnya mengembangkan senyum. Senyum
bahagia.
'Abi...!' bisiknya pelan dan girang. Sungguh, aku baru melihat isteriku segirang ini. 'Ah, kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?' sesal hatiku.


Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya.


'Alhamdulillah, jazakallahu...,'ucapnya dengan suara tulus. Ah, Maryam, lagi-lagi hatiku terenyuh melihat polahmu. Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Kenapa baru sekarang aku bisa bersyukur memperoleh isteri zuhud dan 'iffah sepertimu? Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku...?


Sumber Ei thea

Quote for 21-01-2010

"Without music, life would be a mistake"

 Friedrich Nietzsche
Friedrich Nietzsche

Allah, beri kami sebuah surga kecil

Allah, beri kami surga kecil,
Rumah syahdu berhias rahmah,
Di sana tergelar helai-helai sajadah,
Tempat kami berpinta dan bermunajah.

Allah beri kami surga kecil,
Istana mungil bertahta sakinah,

Tempat kami berteduh melepas lelah,
Ranjang kokoh bertabur berkah,
Tempat malam-malam kami dipeluk mimpi indah.

Allah, beri kami surga kecil..

 


Siapapun orangnya tentu berkeinginan membangun keluarga penuh kebahagiaan. Karena apa? Karena keluarga bahagia adalah surga. Surga kecil yang Allah hadirkan sebelum surga akhirat dengan segala keindahan dan kenikmatan itu kelak. Keluarga bahagia adalah surga, karena di sana mereka betah bernaung dan menjadi tempat yang paling ingin disinggahi.
Surga kecil. Yah, surga yang hadir terlalu awal. Sebuah keluarga yang sakinah waddah rahmah dan sejahtera.

Atas Nama Cinta (surat dari wanita untuk lelaki)

Ada beberapa kisah yang sangat melegenda, seperti kisah Julius Caesar, kaisar Romawi yang rela kehilangan kehormatan, kesetiaan dan bahkan negaranya demi si Ratu Penggoda: Cleopatra. Semua dia lakukan (kata ahli sejarah). Atas nama cinta
- Kisah tentang pemuda bernama Romeo, demi seorang wanita, rela kehilangan keluarga, dan tentu saja nyawa... tetap saja: atas nama cinta -
- Satu lagi, seorang janda bernama Khadijah, yang rela mengorbankan segalanya demi membela pemuda bernama Muhammad, yang dia yakini membawa risalah Tuhannya.
- Ini juga: atas nama cinta kata Jalaluddin Rumi: cinta akan membuat yang pahit menjadi manis dan dengan cinta tembaga menjadi emas dengan cinta yang keruh menjadi jernih dan dengan cinta, sakit menjadi obat dengan cinta yang mati akan menjadi hidup dan cintalah yang menjadikan seorang raja menjadi hamba sahaya dari pengetahuanlah cinta seperti tumbuh..

afwan, aku bukan pujangga yang hendak membahas tentang cinta. Aku juga tidak sedang mencampuri urusan orang lain (Aku hanya ingin memposisikan diri sebagai seorang saudara.. yang wajib hukumnya untuk mengingatkan saudaranya yang mungkin...salah langkah.

Bila aku salah, atau artikell ini tak berkenan, mohon maaf. Itu saatnya aku untuk dikritisi. Aku ingin bicara atas nama wanita, terlebih akhwat (kalau boleh sih), tolong untuk para ikhwan(atau yang merasa sebagai muslim):

wanita adalah makhluk yang sempit akal dan mudah terbawa emosi. Terlepas bahwa aku tidak suka pernyataan tersebut, but itu fakta.Sangat mudah membuat wanita bermimpi.

Tolong, berhentilah memberi angan-angan kepada kami. Mungkin kami akan melengos kalau disapa, atau membuang muka kalau dipuji. But, jujur saja, ada perasaan bangga. Bukan suka pada antum (mungkin) but suka karena diperhatikan "lebih".



Diantara kami, ada golongan Maryam yang pandai menjaga diri. Tetapi tidak semua kami mempunyai hati suci. Jangan antum tawarkan sebuah ikatan bernama ta'aruf bila antum benar-benar belum siap akan konsekuensinya. Sebuah ikatan ilegal yang bisa jadi berumur tak cuma dalam hitungan bulan tetapi menginjak usia tahun, tanpa kepastian kapan akan dilegalkan.

Tolong, pahami arti cinta seperti pemahaman Umar Al Faruq: seperti induk kuda yang melangkah hati-hati karena takut menginjak anaknya (afwan, bener ini ya riwayatnya?). Bukan mengajak kami ke bibir neraka. Dengan SMS-SMS mesra, telepon sayang, hadiah-hadiah ungkapan cinta dan kunjungan pemantapan yang dibungkus sebuah label:ta'aruf.

Tolong, kami hanya ingin menjaga diri. Menjaga amal kami tetap tertuju padaNYA.Karena janji Allah itu pasti. Wanita baik hanya diperuntukkan laki-laki baik. jangan ajak mata kami berzina dengan memandangmu jangan ajak telinga kami berzina dengan mendengar pujianmu jangan ajak tangan kami berzina dengan menerima hadiah kasih sayangmu jangan ajak kaki kami berzina dengan mendatangimu jangan ajak hati kami berzina dengan berkhalwat denganmu ada beda...persahabatan sebagai saudara, dengan hati yang sudah terjangkiti virus.....beda itu bernama "rasa" dan "pemaknaan"

Bukan, bukan seperti itu yang dicontohkan Rasulullah antum memang bukan Mush'ab. Antum juga tak sekualitas Yusuf as. tetapi antum bukan Arjuna, dan tak perlu berlagak seperti Casanova

karena Islam sudah punya jalan keluar yang indah:
segeralah menikah atau jauhi wanita dengan puasa

Tolong, sebelum antum memutuskan untuk mendatangi kami jawab dulu pertanyaan ini dengan jujur:
- setelah 3 bulan antum mendatangi dan menyatakan cinta, antum masih belum siap untuk mengikrarkan dalam sebuah pernikahan?
- ataukah antum masih butuh waktu lebih lama dan meminta kami menunggu,
dengan alasan yang tidak syar'i dan terlalu duniawi?
kalau jawabannya "YA": "SELAMAT"
berarti antum lebih pantas masuk surga dibandingkan Ali bin Abi Thalib as. Dia baru berani mengatakan cinta kepada Fathimah, setelah menikah. Ali, pemuda kesayangan Rasul, tetapi menunggu waktu bertahun-tahun untuk mengatakannya. Bukan karena dia pengecut tentu saja justru karena dia adalah laki-laki kualitas surga...

Tolong, kami tidak ingin menyakiti hati calon suami kami yang sebenarnya. Mereka berusaha untuk menjaga hijab, agar datang kepada kami dalam kondisi suci hati, tetapi kami malah menjajakan cinta kepada laki-laki yang belum tentu menjadi suami kami.atau antum sekarang sudah berani menjamin bahwa antum adalah calon suami kami sebenarnya?

maaf, wanita itu lemah dan mudah ditaklukkan. sebagai saudara kami, tolong, jaga kami. KArena kami akan kuat menolak rayuan preman, but bisa jadi kami lemah dengan surat cinta kalian.

Bukankah akan lebih indah bila kita bertemu dengan jalan yang diberkahiNYA? Bukankah lebih membahagiakan bila kita diertemukan dalam kondisi diridhoiNYA?

Bukan cuma saat menikah, tetapi saat pertemuan yang juga bebas dari maksiat.Allah Maha Pencemburu, dan DIA Maha Memiliki kami, so...mintalah kepadaNya sebelum mendatangi kami.

Wassalamu'alaikum w.w.

by anonim

Foto Prewed

Tulisan pertama ku di blog ini niy.. My nick name is Dee. My full name is Sekar Datu Rinenggo.
Masih melanjutkan cerita dari mas Hanggo tentang proses persiapan pernikahan kami. Kali ini tentang prewed. Semoga setiap tulisan ku, bisa memberikan inspirasi ya..

Alhamdulillah, Senin 18 Januari 2010 udah foto pre-wed di Payu Foto.
Seneng liat hasilnya yg bagus2. Apalagi stlh di edit nanti pasti bakal bagus banget:-)
Jadi ngga sabar menunggu hasil editan 'n hasil pembesaran fotonya niy..

Fotonya pakai 2 kostum. Kostum formal (berkebaya dan jas), dan kostum casual.
Yang pertama take dengan busana formal. Aku pake kebaya nuanasa hijau dan si mas pake Jas hitam berkemeja biru. Semakin keren aja dech pria pilihan ku ini, hehe
Take dengan busana casual, qt konsep musikus sejati. Dengan didampingi gitar dan biola.
Terus foto juga dengan properti buku. Gaya-gaya sambil mendiskusikan buku gitu, sesuai hobi kita baca buku.

Oya, aq di make up some Om Haro.. Hasil make up an nya Om Haro TOP banget. Thanks Om Har..
Pokoknya Payu memang pilihanku..

Thanks to Mbak Vera and Mas Zae from Payu foto..

Untuk hasilnya, ditunggu di acara wedding kami yach..

Akhirnya kudapatkan buku2 itu

Salah satu sumber utama ilmu pengetahuan adalah buku, pun pengetahuan tentang perkawinan, hubungan suami istri, anak dan orang tua (/mertua). Maka selayaknyalah kita harus mengetahui, paling tidak  ilmu dasar, tentang hal-hal tersebut.

Akhirnya kami putuskan untuk menyertakan buku-buku sebagai salah satu seserahan. Setelah hunting ke beberapa toko buku akhirnya kami menemukan buku-buku yang menurut kami cocok untuk pelajaran pranikah-nikah-maupun pasca nikah, jumlahnya 8 judul (9 buku karena yang 1 terdiri dari 2 buku), yaitu:




1. Shahih Fiqih Wanita;
2. Keluarga Samara;
3. Be a Great Couple: Husband and Wife (dua buku dalam 1 sampul cantik);
4. Pengantin Al-Quran: Kalung Permata Buat Anak2ku;
5. Kado Pernikahan Untuk Istriku;
6. Kamu Pakaian Istrimu dan Istrimu Pakaianmu;
7. Agar Bidadari Cemburu Padamu;
8. Arabic Kamasutra: Seni Membahagiakan Pasangan Hidup.

Tapi jangan menanyakan buku mana yang paling kusuka ya? Semuanya bagus, ada keunggulan dari masing2 buku. Semoga ini menjadi sedikit modal kami belajar, dan semoga dapat dijadikan pegangan dalam mengarungi lautan/bahtera kehidupan :)

"Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang, tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid demi tujuan pernikahan."

20 Desember 2005

Jakarta, 20 Desember 2009

Hari ini, 20 Desember 2009, aku tidak mengucap apa-apa kepadamu wahai kekasihku. aku membisu..

Empat tahun yang lalu kita mengikat janji diantara kita untuk menyatukan dua insan manusia, dua hati kita. Setiap tanggal itu engkau mengharap dariku sebuah ucapan 'selamat'. Maaf sayangku, aku tidak..

Empat tahun untuk sebuah hubungan yang belum dianggap sepenuhnya sebagai hubungan. Tapi aku bahagia dengan kebisuanku, engkau ingin tahu alasannya? Aku hanya yakin satu hal,
"jika kita ditakdirkan untuk bersama-sama, cinta akan mengikutinya, tak akan kemana-mana."

Our Wedding Vendor

Seharusnya tulisan ini diawal ya, sebelum souvenir, tapi gak papalah. Sekedar memenuhi janji kami dalam post Sebuah Rencana Besar meskipun wadahnya tidak terlalu luas tetapi cukuplah untuk berbagi.

Langsung aja ya, vendor yang kami rencanakan adalah:

1. Gedung adalah Panti Perwira Balai Sudirman

2. Catering adalah Alfabet Catering

3. Make Up dan desain adalah Ratu Wedding

4. Foto Pre Wedding adalah Payu Foto

5. Undangan adalah Kartu Pesona d/a. Pasar Tebet Barat Lt. Basement ALBI-BKS No. 4-17-45 Jakarta Selatan

6.  Souvenir adalah Maulana Souvenir/ Etnik Souvenir

7. Sementara untuk seserahan banyak banget vendornya mulai dari Metro, Centro, Gramedia, Penerbit Pena, Pasar Tanah Abang/Tasik, Logam Mulia, The House of Seserahan, The Body Shop, dll.

Souvenir gelas sloki

Asyik... jumat kemarin dapat telp dari vendor souvenir. Souvenir gelas sloki bergagangku udah jadi, sudah bisa diambil :)
Souvenir yang kita pilih adalah gelas sloki bergagang. Awalnya search di internet via Om Google, akhirnya kita putuskan untuk datang langsung ke Pusat Grosir Jatinegara (PGJ). Alhamdulillah langsung ketemu tempatnya.Kalo ada yang berminat silahkan datang aja ke Etnik Souvenir atau Maulana Souvenir di lantai 2 (LG 11 No. 1-7).

Gelas slokinya bergagang/muk langsing, bahan bening, dalamnya dof, trus ada 2 gambar di luarnya, warna gambarnya emas cetak marun. Hiasannya lucu banget deh.
Ini ni contoh gelas pilihan kami, sengaja bukan gelas kami karena belum kami ambil :)
Gambar 1:    Foto karikatur besar kita dengan ucapan terimakasih dengan tanggal resepsi kami (18 April 2010).

Gambar 2:    4 foto karikatur kecil dalam sebuah segi empat yang terdiri dari:
 
2.a Gambar 2 bayi dengan nama Sekar - Hangga dengan masing2 tanggal lahir (21 Maret dan 12 Maret).

2.b  Gambar  2 orang yang saling jatuh cinta, tanggal kami jadian (20 Desember 2005).

2.c. Gambar 2 orang tukeran cincin waktu kita tunangan/lamaran (9 Agustus 2009).

2.d  Gambar kita akad nikah beserta tanggal (17 April 2010).
   

Duet jarak jauh 'gitar klasik - vokal lagu Bunda'

Semalam saat lagi latihan sebuah lagu klasik Sevilanas (klasik flamenco dari Sevilla,allegro) ada sms masuk,

"Assalammualaikum. Lagi ngapain Mas?"
kujawab, "Waalaikumsalam. Baru aja selesai makan, ni lagi latihan gitar, sebuah lagu klasik"
"Dah bisa belum?"
"Bisa dung, sapa tau nanti duet sama artis dari Permata Timur hehe"
"Dengerin dung"
"Boleh2, tapi kamu nyanyi ya? lagu apa ya?"
"kalau Bunda-nya Melly gimana"
"Ok, yuks"

akhirya sambil bertelp ria via loud speaker kami berduet lagu tersebut.. Kompak banget, jadi inget sebuah iklan tentang duet jarak jauh Piano-Saxo (bener nggak si?) bedanya kami hanya gitar dan vokal saja.
Bisa si sebenarnya duet gitar-piano, tapi nanti dia lebih konsen main pianonya, gak ada yang nyanyi dung, kan aku pingin denger dia nyanyi :) Sempurna ....



ku buka album biru
penuh debu dan usang
ku pandangi semua gambar diri
kecil bersih belum ternoda

pikirkupun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang
tentang riwayatku                                                 tangan halus dan suci
                                                                                       tlah mengangkat diri ini
reff#                                                                              jiwa raga dan seluruh hidup
kata mereka diriku slalu dimanja                      rela dia berikan
kata mereka diriku slalu dtimang                                                  
                                                                                     back to reff#
nada nada yang indah                                         oh bunda ada dan tiada
slalu terurai darinya                                            dirimu kan slalu ada di dalam
tangisan nakal dari bibirku                                 hatiku ...
takkan jadi deritanya


Chord versiku:

C ConB Am G F Em Dm G        Em   Am    F    G
C ConB Am G F Em Dm G        Em   Am    F    G C

reff#   F G Em Am Dm G C
             F G Em Am Dm F G

C ConB Am G F Fm C CM7

Senangnya si dia ikut Program Self Treatment Puspita Martha


Seneng banget deh ketika suatu hari di bulan Desember kemarin ada sms darinya, "Mas aku jalan ke Puspita Martha ya, aku ikut Program Self Treatment Puspita Martha".

Bukan karena apa, tapi dia memperhatikan, mengerti kebutuhannya dan waktu/momen yang pas, yang terpenting bagiku si dia tetap mempunyai semangat belajar akan apapun. Jempol untuknya.


Penjelasan program itu: Self Treatment merupakan program khusus (make-up class) untuk mempelajari cara perawatan wajah-rambut-kuku, rias wajah styling rambut lepas sehari-hari serta sanggul untuk pesta formil dan non formil, baik riasan remaja maupun dewasa. Setelah mengikuti program ini diharapkan mampu melakukan kegiatan make up dan hair styling sendiri di rumah.

Cepet diaplikasikan yah, semakin tidak sabar untuk segera m*****h.

Ada juga program khusus muslimah berjilbab Self Treatment untuk muslimah berkerudung dan ada juga self image program.

Ayo terus belajar dan berkarya!!
Lanjutkan semuanya: ngajar piano klasik-nya dengan hati ya; semangat les vokalnya; terus rutin perawatan salonnya; praktek drg-nya dengan berpegang pada jiwa sosial; yang juga sangat penting terus explore masaknya, ku tunggu icip-icipnya. :)