-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Asu Rindhik Digitik ala Dahlan Iskan

Itulah istilah yang digunakan oleh Dahlan Iskan, yang dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Direktur Utama PT. PLN (Persero) sejak 23 September 2009. Asu Rindhik Digitik, sebuah istilah yang artinya disuruh melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan (Jawa: dikongkon nglakoni gaweyan sing cocok karo karepe). “Seperti orang lapar tiba-tiba disuruh makan xia fei”, begitu katanya. Istilah itu digunakan untuk saat mengeluarkan peraturan larangan merokok bagi semua pegawai PT. PLN.
KAWASAN DILARANG MEROKOK
Yah sebuah peraturan yang berawal dari kasak-kusuk via email dari beberapa pegawai PLN yang merasakan kesumpekan asap rokok di kantor PLN. Kebetulan obrolan email tersebut salah satunya ditembuskan kepada Dahlan Iskan. Seorang pegawai bersyukur karena kantor PLN terbebas dari asap rokok, tepat di hari ke-15 Ramadhan. Pesan itu akhirnya balas-berbalas dan mendapatkan dukungan sebgaian besar pegawai.
Dahlan Iskan dalam salah satu pesannya mengatakan,
Kalau memang aspirasi untuk sehat dari para karyawan sedemikian kuatnya, ok. Go! Kita tingkatkan upaya melarang merokok di ruang kerja ini. Yang masih melakukannya kita minta memilih: pilih tetap merokok di ruang kerja atau meninggalkan jabatannya! Setelah Lebaran mulai kita berlakukan”
Itulah awal mula pemberlakuan peraturan tersebut. Kembali ke istilah Asu Rindhik Digitik, memang Dahlan Iskan sebelumnya sudah pernah mengeluarkan peraturan serupa semasa di kantor lamanya (Jawa Pos). Makanya dia senang ketika ada tuntutan dari karyawan untuk mengeluarkan ketentuan yang sama.
Sebagai gambaran, kebijakan di Jawa Pos hanya bermula di ruang kerja, kemudian ke seluruh gedung. Dua tahun setelahnya peraturan lebih keras: Karyawan yang tidak memedulikan larangan itu tidak boleh memegang jabatan struktural. Dan terakhir berbunyi: Barang siapa masih melakukannya, tunjangan kesehatannya (biaya pengobatannya) dihapuskan! Untuk apa memberikan tunjangan kesehatan kalau dia sendiri dengan sengaja mengorbankan kesehatannya! Cerita selengkapnya silahkan berkunjung ke blog Dahlan Iskan. Kebetulan saya juga update tulisan beliau karena blog tersebut sudah saya reader.
Kawasan Dilarang Merokok di kantor pusat PLN akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) sejak awal September 2010. Kemudian diperkuat dengan Gerakan Bebas Puntung Rokok di seluruh gedung PLN sejak 16 September 2010. Setiap pegawai akan diberikan insentif uang sebesar Rp 1.000 yang memungut satu puntung rokok yang berserakan. Uang tersebut bersumber dari uang pribadi para direksi.
Ehmm sebuah ketegasan dari seorang pimpinan yang patut untuk ditiru pemimpin-pemimpin lainnya. Sudah seharusnya setiap kantor menciptakan lingkungan yang bersih, bebas dari asap rokok dan puntungnya, demi menjamin kenyamanan lingkungan kerja, dan yang paling penting adalah demi kesehatan bersama.
ADAKAH SOLUSI LAIN?
Sebelumnya saya pernah menulis artikel “Suka vs Tidak Suka Merokok”. Peringatan Pemerintah di setiap bungkus rokok hanya seperti hiasan untuk mempercantik bungkus rokok. Bayangkan, setiap bungkus sudah ada peringatan seperti itu tapi kok masih saja ada yang mempertaruhkan kesehatannya. Itu urusan mereka para perokoklah, saya hanya berfikir sederhana, paling tidak jagalah kode etik merokok: Tidak merokok di tempat umum dan di dekat orang yang tidak merokok, nikmati saja sendiri ya rokoknya!
Langkah lain mungkin dengan mengganti tulisan Peringatan Pemerintah dengan Peringatan Tuhan. Kalau masih ada yang merokok ya kebangeten sekali. Peraturan Pemerintah Daerahpun tidak ada garangnya sama sekali.
Ingatlah rokok itu tidak ada tanggal kadaluarsanya.  Penyakit Paru Obstruktif Kronik, salah satu penyakit paru-paru yangg sering ditemui, menjangkiti seseorang yang kesemuanya punya riwayat sebagai perokok.
Lihatlah tabel di atas, memang ada keterkaitan ke semua pihak. Langkah semestinya ya Pemerintah sendiri melarang produksi rokok dan peredaran rokok. Hapuslah pemasukan pajak dari cukai itu, ganti dengan pemasukan lain yang tidak ada resiko sosial. Buruh pabrik rokok hanya indikator kecil yang pasti bisa diupayakan pengalihan pekerjaannya. Ada kemauan dari pemerintah, selesai urusan.
Saya bersyukur bekerja ditempat yang nyaman dan bersih ber AC, ruang kerja yang bebas rokok. Tapi masih berharap seluruh gedung bebas rokok nantinya. Jujur kepalaku jadi pusing saat menghirup asap ituhhh!!!
Ayo siapa pemimpin-pemimpin lain yang mau menjadi asu (Rindhik Digitik)?

Gambar Google

Bahagiaku, ketika...

Sebuah puisi yang kudedikasikan khusus untuk Sekar Datu. Tertanggal 23 Januari 2007. Untaian kata itu terkirim tepat jam 02:20, untuknya. Di Kota Jogja. Kala itu.

Tak kuasa ku menahan pikiranku yang tiba-tiba melayang jauh ke masa itu, bernostalgia dengan hati dan jiwaku yang menggelora. Itukah yang dinamakan cinta?
BAHAGIAKU, KETIKA...
Sayang pasti lagi bermimpi bermain di nirwana,
Diantara indahnya pancaran cahaya bintang,
Diantara awan putih yang berkilauan.
Sayang pasti lagi tertawa,
Diantara malaikat yang terbang di awan,
Diantara malam yang penuh bintang.
Sayang pasti lagi tersenyum,
Dengarkan nyanyian bidadari langit di surga,
Ditemani cahaya nirwana yang tersipu.
Sayang pasti bahagia,
Berteman suara alam gemericik hujan,
Diantara tetes-tetes embun kala fajar menjelang.
Aku lebih bahagia,
Ketika bisa melihat tawa, senyum, senang dan bahagiamu itu..

Gambar dari sini

Borobudur: dari Putri Manohara sampai Cahaya Nirwana

Borobudur Magnet Pariwisata
 

Candi Borobudur lebih dikenal sebagai objek wisata yang kaya akan pesan kebajikan. Semuanya terpampang pada dinding dan langkan bangunan candi yang panjangnya jika direntangkan akan mencapai 3.000 meter. Namun, kurang dibarengi dengan sosialisasi sebagai monumen warisan peradaban dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Itulah video dari vod Kompas, Borobudur masuk halaman pertama Kompas hari ini dengan judul 'Borobudur Mandala Kehidupan' mengangkat sikap Altruistik dari kisah Si Burung Pipit yang meninggal karena berupaya memadamkan api di hutan. Sebuah sikap rela berkorban, tidak mementingkan diri sendiri, dan solidaritas. Melepaskan ego pribadi dengan pengorbanan demi kepentingan bersama. Sebuah sikap hidup yang dalam kehidupan nyata saat ini terasa mahal. Keikhlasan sering kali hanya indah terucap tetapi kosong dalam kenyataan.
Sementara dalam vod diambil judul 'Borobudur Magnet Pariwisata'. Kantor Pusat Borobudur yang dulu diharapkan menjadi arena transformasi ke generasi masa kini telah lama berubah sebagai Hotel Manohara. Saya memang pernah berkunjung kesana, bahkan menginap beberapa hari di hotel tersebut. Hotel ini memang mengklaim sebagai Centre for Borobudur Study dan terletak di kawasan Taman Arkeologi Borobudur tempat berdirinya Candi Borobudur. Hanya dengan jalan kaki sekitar 5 menit kita bisa mencapai kawasan candi, bahkan sudah ada jalan setapak khusus yang sengaja disiapkan untuk pata tamu hotel.
Konon nama Manohara diambil dari salah satu kisah dalam relief candi, yaitu diambil dari nama Putri Manohara. Jadi sebelum ada berita ramai tentang Manohara Pinot, Borobudur telah memiliki nama tersebut, pun hotelnya sudah berdiri sebelum kisah itu ramai di dunia pergosipan. Cerita antara dua Manohara ini juga dibilang mirip, cuma endingnya saja yang membedakan.
Yang membuat hotel ini menjadi primadona karena menawarkan beberapa keunggulan, yaitu akses yang dekat dengan candi, pemutaran film tentang Candi Borobudur, paket Borobudur Sunrise, dan lingkungan yang hijau dan asri. Walaupun, menurut saya lebih berorientasi bisnis daripada pembelajaran tentang Borobudur sendiri. Orientasi bisnis tersebut menutup akses bagi pelajar untuk mempalajari candi secara lebih mendalam. Bayangkan jika setiap siswa harus menginap dan membayar penginapan ini untuk sekedar bisa menikmati film tersebut.
Saya sangat merekomendasikan untuk mengambil paket Borobudur Sunrise, filmnya lumayan bagus tapi kita bisa mempelajarinya via media yang lain. Untuk paket Sunrise ada harga khusus bagi tamu hotel, sebaiknya memang menginap disana, karena suasana hotel juga sangat bagus, cantik malah menurutku. Untuk pengunjung dari luar akan dikenakan biaya yang lebih besar. Tamu hotel juga memiliki akses bebas untuk melihat candi, dan tidak harus menunggu jam buka setengah delapan.
Peserta Borobudur Sunrise diharuskan berangkat pagi-pagi sekali untuk menuju ke puncak Borobudur,  mendapatkan pin khusus, senter dan ada guide dari hotel yang menemani perjalanan. Menelusuri jalanan dan undakan candi di bawah malam, harus berbekal dengan pakaian penghangat biar tidak kedinginan, tentu saja jangan melupakan senternya. Saya beruntung ditemani genggaman erat tangan si dia sepanjang perjalanan. Pagi-pagi buta sudah diatas, menunggu munculnya Sang Penerang Pagi. Setelah menunggu lumayan lama, muncullah guratan cahaya merah di ufuk timur, mungkin sekitar pukul 5 kala itu.
Yah sungguh sebuah pengalaman yang tak akan terlupakan. Mungkin akan susah menjelaskan dengan kata-kata, mungkin foto akan lebih berbicara untuk menceritakan keindahan salah satu keajaiban dunia ini.


BOROBUDUR SUNRISE
KAWASAN HOTEL

Hotel Manohara Borobudur
Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur
Magelang, Jawa Tengah, Indonesia
Phone: +62 293 788131, +62 293 788680
Fax: +62 293 788679

Fasilitas: AC, kamar mandi dalam, air panas dan dingin, restoran, ruang pertemuan, pemutaran film Borobudur, akses bebas masuk candi, diskon paket Borobudur Sunrise.

Mau jualan obat? Gunakan SPAM


Beberapa hari ini inbox email dihujani email aneh dari teman-teman. Dilihat dari alamat email teman si pengirim keliatan normal-normal saja, semua alamat sudah ada dalam kontak person. Dari isi pesan mulai terlihat keanehan, kalau tidak jeli sih memang gak bakal ketahuan. Berkedok alamat blog di wordpress, dengan menggunakan alamat email sebagai ID-nya, keanehan terlihat, trus dilihat judul blognya semuanya seperti jualan obat. Yah semuanya adalah SP*M.

Seperti ini contohnya, beneran loh, jadi jangan di klik ya :D


Menurut Wikipedia, SP*M atau junk mail adalah adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna situs web. Umumnya lewat email, pesan instan, milis, mesin pencari di web, blog dan lain-lain.
SP*M biasa dimanfaatkan oleh pembuat iklan karena keunggulan dari segi biaya, yaitu biaya operasi sangat rendah, mendekati gratislah. Bisa disampaikan ke semua orang yang diinginkan dengan menggunakan berbagai metode tersebut.

Akibatnya tentu sangat merugikan bagi pengguna internet, mengganggu, membuat tidak nyaman dan isinya membohongi. Menurut Wikipedia juga, dibeberapa negara apabila ada pelaku penyebar SP*M ketahuan bisa ditindak secara pidana karena tergolong perbuatan yang melanggar hukum.

Metode penyebaran mereka yang terus berganti membuat kita bisa dibohongi. Bayangkan, filter SP*M sudah kita hidupkan dan tiba-tiba ada email dari seorang teman yang kebetulan masuk inbox, alias lolos dari filter, ya membuat kita dengan mudahnya mengklik pesan atau situs itu tanpa ada kecurigaan. Apalagi memanfaatkan blog wordpress, yang biasanya menang wajar atau sering digunakan blogger sebagai salah satu cara untuk memberitahukan adanya sebuah postingan baru miliknya.

Beberapa hari lalu di milis tempat kerja kita bahas tentang SP*M ini, bukan untuk apa-apa cuma sebagai pengingat saja kepada teman-teman yang belum mengetahui. Kebetulan kami memiliki pengalaman yang sama, yaitu sebagai korban SP*M jualan obat kuat hehe. Awalnya kukirim sebuah pesan:


“Wah kok banyak yang jualan obat kuat via wordpress ya hehe. Migrasi ke blogspot aja :D *promosi *gak penting”

Beberapa teman memberikan balasan, seperti biasa sambil melempar kelucuan disana-sini:

“Iya tuh. Gue jg waktu itu suka gitu email gue.. Ngirim2 sp*m2 nggak penting.. Gue ganti password-nya terus sekarang udah nggak lagi... Kenapa ya?!?”

“Itu kena virus bro..jd musti ganti passwordnya..”

“Beberapa teman jadi bandar obat kuat... Oia, tolong dishare aja buat siapa yg "bener2" pengedar ma virus pengedar ya... Kasian, harkat dan martabat terinjak-injak... Hehehe”

“Hehehe yang blum kena jangan buka situsnya, karena kalo dah buka email kita bakal nyebarin ke semua kontak. Betul tuh, yang jualan beneran juga boleh kok. R*m*n bakal jadi pembeli pertama :D”

Untuk SP*M yang ini  kesimpulan untuk menghentikannya, kita, pemilik account email harus mengganti password dan tidak membuka pesan-pesan seperti itu lagi. Obrolan berlanjut ke hal-hal yang belum pantas untuk ditulis di sini, jadi cukup segitu saja ya hehe.

Dari berita di detik dengan  judul “Jualan Laku, SP*M Makin 'Besar Kepala'” dengan kesimpulan utama yang ditarik yaitu memang ada orang-orang yang membeli produk dari SP*M yang membuat spammer mengeruk keuntungan. Disebutkan, sebuah Penelitian Perusahaan Forester Reasearch tahun 2004 terhadap 6000 responden, hasilnya menyatakan bahwa 20% dari ribuan responden itu mengakui pernah membeli barang yang ditawarkan melalui SP*M. Wehhh!!

Yah, dari data itu terbuktikan kecanggihannya SP*M ini. Jadi jangan ditiru ya judul blog ini hihi. Pantaslah jika media ini terus akan selalu digunakan oleh segelintir orang itu untuk mencari keuntungan. Untuk Indonesia, saya belum pernah mendengar ada orang ditangkap karena mengirimkan SP*M, padahal sudah ada UU ITE, apa karena kebanyakan pelakunya dari luar negeri ya? Ada yang tau?

Keterangan: Dalam postingan sebelumnya, post ini tidak bisa diedit, jadi dibuat baru dengan mengganti huruf A pada kata SP*M.
Gambar google

The House of Raminten: Angkringan dengan suasana modern

Jogja, 27 April 2010

Setelah lumayan berputar-putar mencari sebuah tempat di sekitaran Kotabaru Jogja, akhirnya langkah kaki terhenti tepat di Jalan FM Noto Nomor 7, itu untuk memenuhi undangan sahabat-sahabat lama. Tampak luar memang bangunan ini sedikit berbeda dibandingkan dengan rumah-rumah di sekitarnya, penuh dengan cahaya dari lampu rambat.
Memasuki area halaman rumah tua ini, kami disambut alunan musik jawa. Lampu rambat di langit-langit dan elemen-elemen jawa klenik (benda-benda pusaka) membuat suasana mistik muncul, sangat aneh, bercampur dengan suasana menyenangkan, bagi kami.
Di detik yang sama, tercium aroma dan bau kemenyan dan dupa, tampak hio-hio menyala disana-sini. Bunga-bunga disimpan dalam wadah gerabah tanah liat bersebaran, memancarkan aroma berbeda. Suasana yang sangat mirip dengan Mirota Batik. Akan membuat seseorang eneg apabila tidak terbiasa.

Yahhh, itulah kunjungan pertama kami (kebetulan sedang bersama istri) ke House of Raminten, meskipun sudah bertahun-tahun tinggal di sana. Sebut saja penggabungan sebuah angkringan modern, dengan sego kucing dan minuman hangat khas Jogja, dengan tempat kongkow menarik khas sebuah kafe. Selidik punya selidik, suasana mirip seperti dengan Mirota Batik karena pemiliknya sama, pun Mirota Bakery juga. Raminten, adalah tokoh wanita dalam drama jawa ‘ludruk’ yang sering diperankan oleh sang pemilik, tersebar di dalam foto-foto dalam bingkai.
Kami disambut pelayan-pelayan dengan senyum-senyum mereka. Kami memilih tempat lesehan di bawah, walau juga tersedia di atas panggung pendopo. Ada ciri khas dari para pelayannya, yup pakaian tradisional jawa, mungkin madsunya agar sesuai dengan tema tempat, atau mungkin juga untuk mempertahan budaya tradisional yang menarik pembeli untuk datang.
Ada dua kelas menu utama untuk makanan: Dhaharan Ageng (makanan berat) dengan 35 macam menu dan Dhaharan Alit (ringan) dengan 16 macam menu. Dengan harga yang sangat kompromi dengan kantong. Mulai nasi kucing (porsi yang berbeda-beda), nasi goreng, ayam bakar madu, bakso, sate usus, sate telur puyuh, roti bakar, pisang bakar, pisang goreng, mi rebus, sampai mi goreng, dan makanan tradisional/jajanan atau camilan lainnya.
Sementara untuk minuman ada 5 kelas menu utama: werni-werni jamu dengan 39 macam pilihan, werni-werni jus 15 dengan macam pilihan, werni-werni wedang dengan 27 macam pilihan, dan werni-werni unjukan asrep (dingin) dengan 12 macam pilihan, serta werni-werni kopi 13 dengan macam pilihan. Penasaran dengan pilihan jamu sebanyak itu, inilah diantaranya: wedang pajimatan, bir Jawa,  wedang secang, es kunir asem, wedang jahe, wedang adu lima, beras kencur, es purworukmi, dll. Ada juga yang menggunakan nama-nama aneh seperti perawan tancep, susu putih mulus, susu prawan tancep, es teh susu.
Penyajiannya juga sangat spesial, bagi yang memesan minuman yang mengandung kata susu, akan disajikan dalam gelas khusus yang bentuknya *maaf mirip susu, sumpah deh, lengkap dengan pentilnya segala hahaha.
Untuk penyajian minuman yang lain juga bervariasi, ada yang menggunakan gelas yang sangat tinggi sekali, bikin yang pesen susah minumnya. Istri baruku sudah merasakannya hehehe. Ada juga gelas super besar, kalau tidak salah waktu pesen kelapa muda deh :)

Itu cerita kunjungan pertama kali, yah pertama karena dalam beberapa kesempatan ke Jogja pasti mampir kesanan lagi. Jadi ada ronde kedua, ketiga, keempat, sampe kelima deh kayaknya. Bahkan kalau tidak sempat, pasti mampir Raminten versi mininya di lantai 3 Mirota Batik Malioboro.
Saran saya, kalau pergi kesana dan pingin ke toilet, mending ditunda dulu, karena toiletnya terletak di belakang dan jalan menuju kesana kita bakalan ketemu dengan kandang kuda, ya kuda! Sedikit menggangu hidung lah hihi.

Selamat berkunjung.. :)

Go Green: Pilih E-Billing segera!!


Go Green! Save our Environmen! Save our Generation!

Think twice before you print!






Mungkin sahabat sudah sering mendengar kalimat di atas. Sudah banyak pihak mengkampanyekan permasalahan tersebut di media elektronik maupun media cetak. Terus apa yang kita perbuat, angguk-angguk saja dan bilang setuju program itu sangat bagus. Apa itu cukup?
Kebetulan saya pengguna Kartu Debit BNI Master Card dan Kartu Kredit BNI Visa, merasa prihatin dengan kiriman lembar tagihan, info newsletter dan info belanja dari kartu kredit. Bayangkan untuk saya sendiri saja dalam satu amplop, selain lembar tagihan, juga berisi banyak lembar newsletter dan info belanja, kertas sangat tebal, berwarna pula. Bayangkan lagi, satu amplop itu kira konsumsi kertasnya seberapa, belum jasa produksi dan jasa pengiriman ke kantor.
Dikesempatan ini saya mengajak sahabat untuk berpartisipasi, kita mulai dari lingkup pribadi kita. Hentikan sekarang juga! Kita dukung program penghijauan (Go Green) untuk bumi kita ini. Bukan untuk kita semata, tapi untuk anak cucu kita kedepan, biar bumi menjadi tempat yang indah, nyaman, dan sehat.
Apa yang sudah saya lakukan?
Pertama, saya sudah menghindari penggunaan struk ATM, cukup menggunakan internet banking kalau ingin tahu infomasi tentang tabungan kita.
Kedua, mulai bulan ini saya memilih Electronic Billing (E-billing) atau tagihan melalui elektronik untuk kartu kredit saya, ya sebuah fasilitas pengiriman lembar tagihan ke alamat e-mail secara otomatis setiap bulannya. Dengan saya tidak lagi menerima tagihan cetak dan mendukung program Go Green, tentu akan mengurangi penggunaan kertas, mengurangi jumlah penebangan pohon, dan bahan kimia dalam proses percetakan, pun jasa pengirimnannya. Bayangkan kalau semua pengguna memilih e-billing ini, ada berapa juta nasabah Indonesia pengguna kartu yang ikut berpartisipasi.
Dari data yang saya peroleh di internet, BNI Card Center rata-rata setiap bulan mencetak sebanyak 660.000 kertas lembar tagihan setara 1.320 rim kertas A4, itu belum termasuk kertas untuk bukti penerimaan, amplop ataupun rekening koran. Catat! Ini baru satu bank saja, ada berapa bank di Indonesia.
Memang sudah saatnya kita bertransformasi, kita mulai dari layanan perbankan masing-masing dari kita. Manfaat yang kita peroleh dalam penggunaan E-billing juga besar:
1.       Pengiriman lembar tagihan lebih cepat dan tepat, lebih praktislah untuk era internet
2.       Mengurangi penggunaan kertas dan biaya konsumsi, pun biaya produksi dan pengiriman
3.       Penggunaannya sangat praktis: terima, download dan simpan, bisa dicetak hanya sesuai dengan kebutuhan saja
4.       Tidak harus berkoneksi secara terus-menerus dengan website bank
5.       Terjamin kerahasiannya, karena juga disediakan password untuk membukanya
6.       Ikut berpartisipasi dalam green living style yang menghargai isu lingkungan
Caranya pun sangat mudah, kita tinggal buka website atau menghubungi Call Center dari bank kita saja dan meminta penggantian sistem pengiriman tagihan. Untuk BNI dengan menghubungi BNI Call di (021) 5789 9999 atau 68888 (via hp).
Saya juga berharap, pihak bank jangan hanya mewacanakan saja, jangan dijadikan slogan yang omong kosong, tapi harus berkontribusi nyata. Langlah pertama adalah sosialisasi dan edukasi  melalui berbagai media yang dimilikinya. Dan yang terpenting adalah langkah sosialisasi program E-billing dan mengajak kepada setiap nasabah yang mempunyai akses internet (email) untuk menggunakannya.
Semoga langkah kecil ini bisa ditiru dan diikuti para sahabat. Satu langkah kecil ini pasti akan banyak manfaatnya bagi lingkungan dan kehidupan kita kedepan.
Menebang 1 batang pohon berusia 10 tahun menjadi 15 rim jenis kertas A4, akan menghilangkan sumber oksigen untuk 2 orang.

Gambar Google

Ketika tanaman bicara

Pagi-pagi 'dipaksa' istri kuliner, menemaninya berburu nasi uduk bihun sambel kacang dan belanja sayur ke pasar. Begitu sampai rumah langsung menggoreng tahu isi dan gandosturi. Yang paling ditunggu adalah bab  menyantap semuanya, saya ditemani teh 'wasgitel' Prendjak sementara istri ditemani secangkir coklat. Lanjut dengan membantu mama papa men-swap 2 kasur di kamar. Lanjut lagi dengan membaca koran sambil minum jus mangga di teras, ditemani bunga-bunga yang baru disiram.

Minggu, 19 September 2010, hariku diawali dengan kesejukan pagi dan keindahan bunga-bunga di taman. Satu penggalan tulisan di atas sebagai ilustrasi keindahan pagiku, yang akhirnya membuatku sepanjang hari dipenuhi dengan nuansa bunga. Seperti postingan sebelumnya di Jaman Sekolah Dasar tugas wajibku nomor 4 (empat) ketika masih SD adalah menyiram tanaman. Jadi tanpa sengaja, hari kemarin membawaku kembali bernostalgia menjadi si anak penyiram bunga lagi. Kemarin pagi, dengan sengaja kurasakan dan kucium bau tanah yang terkena siraman air. Bau khas tanah yang kusuka seperti ketika terkena air hujan.

Ya, bermula dari itu hariku berjalan bersahabat dengan bunga dan tanaman. Twitter menjadi ekspresiku dalam bernostalgia. Kembali falsafah dari nenek terngiang, "Tanaman juga berhak mendapatkan makanan dan nutrisi, minimal siramilah di pagi atau sore hari". Sejak kudengar kalimat itulah, basah-basahan menjadi mainan favoritku dahulu kala, yang terfavorit masih bermain di bawah air hujan.

Ketika kuperhatikan keindahan bunga-bunga di halaman rumah, pikiranku seakan menyatu dengan mereka. Kurasakan nafas mereka, kurasakan gerak pelan mereka, kurasakan tatapan mereka sampai akhirnya kudengar apa yang ingin mereka katakan. Jelas, sangat jelas kudengar. Engkau ingin tahu apa yang mereka katakan?


"Dunia cuma milik kami berdua, kami berbagi satu lahan kehidupan, akar kami menyatu. Doa kami tiap hari agar kami tak terpisahkan"





"Cihh! Jangan samakan aku dengan buaya-buaya darat itu, tak sudi!"


 


"Tahukah kamu Monumen Nasional itu terinspirasi oleh siapa, pun kobaran api obor-obor manusia itu. Ehmm aku bangga teman"






"Kau lihatkan lentik-lentik jemari tanganku menari dengan indah. Tak ada pesona seindah diriku kawan"




 


"Aku tidak menakutimu teman, tapi taukah engkau sumber tetesan darah setiap malam jumat itu? Jangan tanyakan ke aku"





"Siapa penguasa panggung daun di sini, kamilah, kamilah trio bintang di atas panggung daun itu :)"






"Engkau ingat mahkota yang dipakai pembesar-pembesarmu, atau yang kau pakai di hari besarmu. Hanya ku yang berkuasa di mahkotamu, akulah raja mahkotamu"




"Lambaikan tanganmu kepadaku, akan kubalas ketika sahabatku sang Angin datang menjengukku"









"Ah, suntikkan vitamin kepadaku, tidakkah kau lihat ku yang sudah berkeriput ini"






"Jangan identikkan aku dengan nisan, aku kuning, bukan seperti sahabatku si putih yang sok suci itu"






"Akulah sang pengobat, kumbang-kumbang jantan itu adalah pasien setiaku haha"








Teman, bisakah kau dengarkan isi hati dan perasaan yang ingin mereka katakan?