-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Asu Rindhik Digitik ala Dahlan Iskan

Itulah istilah yang digunakan oleh Dahlan Iskan, yang dipercaya untuk memegang jabatan sebagai Direktur Utama PT. PLN (Persero) sejak 23 September 2009. Asu Rindhik Digitik, sebuah istilah yang artinya disuruh melakukan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan (Jawa: dikongkon nglakoni gaweyan sing cocok karo karepe). “Seperti orang lapar tiba-tiba disuruh makan xia fei”, begitu katanya. Istilah itu digunakan untuk saat mengeluarkan peraturan larangan merokok bagi semua pegawai PT. PLN.
KAWASAN DILARANG MEROKOK
Yah sebuah peraturan yang berawal dari kasak-kusuk via email dari beberapa pegawai PLN yang merasakan kesumpekan asap rokok di kantor PLN. Kebetulan obrolan email tersebut salah satunya ditembuskan kepada Dahlan Iskan. Seorang pegawai bersyukur karena kantor PLN terbebas dari asap rokok, tepat di hari ke-15 Ramadhan. Pesan itu akhirnya balas-berbalas dan mendapatkan dukungan sebgaian besar pegawai.
Dahlan Iskan dalam salah satu pesannya mengatakan,
Kalau memang aspirasi untuk sehat dari para karyawan sedemikian kuatnya, ok. Go! Kita tingkatkan upaya melarang merokok di ruang kerja ini. Yang masih melakukannya kita minta memilih: pilih tetap merokok di ruang kerja atau meninggalkan jabatannya! Setelah Lebaran mulai kita berlakukan”
Itulah awal mula pemberlakuan peraturan tersebut. Kembali ke istilah Asu Rindhik Digitik, memang Dahlan Iskan sebelumnya sudah pernah mengeluarkan peraturan serupa semasa di kantor lamanya (Jawa Pos). Makanya dia senang ketika ada tuntutan dari karyawan untuk mengeluarkan ketentuan yang sama.
Sebagai gambaran, kebijakan di Jawa Pos hanya bermula di ruang kerja, kemudian ke seluruh gedung. Dua tahun setelahnya peraturan lebih keras: Karyawan yang tidak memedulikan larangan itu tidak boleh memegang jabatan struktural. Dan terakhir berbunyi: Barang siapa masih melakukannya, tunjangan kesehatannya (biaya pengobatannya) dihapuskan! Untuk apa memberikan tunjangan kesehatan kalau dia sendiri dengan sengaja mengorbankan kesehatannya! Cerita selengkapnya silahkan berkunjung ke blog Dahlan Iskan. Kebetulan saya juga update tulisan beliau karena blog tersebut sudah saya reader.
Kawasan Dilarang Merokok di kantor pusat PLN akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Direksi PT. PLN (Persero) sejak awal September 2010. Kemudian diperkuat dengan Gerakan Bebas Puntung Rokok di seluruh gedung PLN sejak 16 September 2010. Setiap pegawai akan diberikan insentif uang sebesar Rp 1.000 yang memungut satu puntung rokok yang berserakan. Uang tersebut bersumber dari uang pribadi para direksi.
Ehmm sebuah ketegasan dari seorang pimpinan yang patut untuk ditiru pemimpin-pemimpin lainnya. Sudah seharusnya setiap kantor menciptakan lingkungan yang bersih, bebas dari asap rokok dan puntungnya, demi menjamin kenyamanan lingkungan kerja, dan yang paling penting adalah demi kesehatan bersama.
ADAKAH SOLUSI LAIN?
Sebelumnya saya pernah menulis artikel “Suka vs Tidak Suka Merokok”. Peringatan Pemerintah di setiap bungkus rokok hanya seperti hiasan untuk mempercantik bungkus rokok. Bayangkan, setiap bungkus sudah ada peringatan seperti itu tapi kok masih saja ada yang mempertaruhkan kesehatannya. Itu urusan mereka para perokoklah, saya hanya berfikir sederhana, paling tidak jagalah kode etik merokok: Tidak merokok di tempat umum dan di dekat orang yang tidak merokok, nikmati saja sendiri ya rokoknya!
Langkah lain mungkin dengan mengganti tulisan Peringatan Pemerintah dengan Peringatan Tuhan. Kalau masih ada yang merokok ya kebangeten sekali. Peraturan Pemerintah Daerahpun tidak ada garangnya sama sekali.
Ingatlah rokok itu tidak ada tanggal kadaluarsanya.  Penyakit Paru Obstruktif Kronik, salah satu penyakit paru-paru yangg sering ditemui, menjangkiti seseorang yang kesemuanya punya riwayat sebagai perokok.
Lihatlah tabel di atas, memang ada keterkaitan ke semua pihak. Langkah semestinya ya Pemerintah sendiri melarang produksi rokok dan peredaran rokok. Hapuslah pemasukan pajak dari cukai itu, ganti dengan pemasukan lain yang tidak ada resiko sosial. Buruh pabrik rokok hanya indikator kecil yang pasti bisa diupayakan pengalihan pekerjaannya. Ada kemauan dari pemerintah, selesai urusan.
Saya bersyukur bekerja ditempat yang nyaman dan bersih ber AC, ruang kerja yang bebas rokok. Tapi masih berharap seluruh gedung bebas rokok nantinya. Jujur kepalaku jadi pusing saat menghirup asap ituhhh!!!
Ayo siapa pemimpin-pemimpin lain yang mau menjadi asu (Rindhik Digitik)?

Gambar Google

0 komentar:

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)