-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Sang Pencerah: Ahmad Dahlan kafir?


Apakah saya hanya akan membahas tentang kekafiran itu? Jawabnya tidak. Jadi jangan sebut saya Sang Pendobrak karena judul tersebut tidak mencerminkan isi tulisan. Ini hanya ulasan, ulasan-dalam arti yang sebarnya, terhadap Film “Sang Pencerah” karya Hanung Bramantyo. Film yang saya tonton tanggal 8 September 2010 kemarin bersama Saudara Faisal Fahmi dan Saudari Fina Hayati, kebetulan bertepatan dengan premierenya. Sebagai catatan Ahmad Dahlan yang ada dalan tulisan ini adalah tokoh dalam film yang saya tonton, terlepas dari sisi historisnya.
Misi utama pembuatan film ini tentulah bisnis hehe, selain itu adalah untuk memperingati ulang tahun Muhammadiyah yang ke 100. Tentu dibuat dengan banyak nilai yang ingin disampaikan kepada penontonnya. Yah, menurut saya nilai terbesar yang ingin disampaikan adalah visi tentang keilmuan. Sebagai pribadi penggemar film, tentu ada juga nilai hiburan berupa bumbu-bumbu komedi dalam film ini yang membuatnya menjadi film yang ringan dan menghibur. Sangat cocok untuk karakter penonton Indonesia.
Sebagai gambaran sebelum memasuki cerita film, kata-kata kafir banyak sekali terlontar dalam film ini, karena pesan dari Sang Pencerah seperti kukatakan tadi adalah visi tentang keilmuan/pendidikan. Definisi visi yang kuketahui adalah adalah cara pandang jauh ke depan, baik secara pribadi maupun organisasi, dan biasanya inovatif atau berbeda dengan pandangan masyarakat pada umumnya. Dengan visi keilmuan yang dimiliki K.H Ahmad Dahlan tersebut, jelas ada banyak tantangan, perlawanan dan resistensi terhadap dakwah pendidikan yang dibawakannya dari lingkungannya yang sudah mapan, nyaman dan aman dengan tatanan yang sudah ada. Visi itulah yang menyematkan gelar Sang Pencerah, atau agen perubahan menurut bahasa saya. Namanya film pasti mencari judul yang menarik dung, masak judulnya Agen Perubahan, gak laku ntar hehe omong kosong ini ya.
Dengan dasar sebagai wiraswasta sukses sebagai pedagang batik, Ahmad Dahlan Muda sudah bisa melakukan ibadah haji. Selama 5 tahun disana dia ditempa dan mempelajari pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, modal utamanya ketiga kembali ke Jogja. Dari sanalah dia dapatkan nama Ahmad Dahlan tersebut. Beberapa adegan terlewat sampai dia menikah dengan Siti Walidah. Sebuah kalimat indah terlontar, “Harta yang paling berharga adalah istri yang sholehah” cihuyyy. Ayo yang belum nikah pada nikah sana wkwkwkk
Sekali lagi mengapa dia layak disebut sebagai Sang Pencerah, atau kafir menurut orang-orang sekitarnya waktu itu, inilah beberapa alasannya:
1.      Ahmad Dahlan dianggap sebagai Kyai palsu karena membawa pemikiran pembaharu Islam. Pada kesempatan pertama dia menjadi khatib masjid, dia menyindir kebiasaan penduduk kampung Kauman, katanya,”Dalam berdoa itu Cuma ikhlas dan sabar yang dibutuhkan, tak perlu Kyai, ketip apalagi sesajen” padahal disitu ada Sultan juga.
2.    Dianggap menyebarkan agama baru, karena menggunakan media biola dalam mengajar, itulah sebuah taktik dan strategi seni dalam mengajar.
3.     Mengajar di sekolah Belanda dan membangun sekolah sendiri di rumah dengan murid-murid duduk dikursi seperti sekolah Belanda. Keluar dari pakem bahwa murid harus bersila di lantai.
4.     Organisatoris, bergaul dengan tokoh-tokoh Budi Utomo yang kebanyakan tokoh priyayi.
5.      Karena dia bersandal, bersepatu dan berminyak wangi.
6.     Alasan yang paling utama adalah merubah arah kiblat masjid, padahal selama ini arah kiblat lurus ke barat, sejajar dengan keraton yang dianggap sebagai pancar bumi. Kompas dan peta bumi jadi bekal untuk mengukur akurasi arah kiblat dengan menarik garis lurus dari jawa ke Mekkah.
Ya, inti Pencerahan dalam film ini ada pada masalah kiblat masjid tersebut. Tuduhan kafir sampai langgar kidul dirobohkan menjadi klimak cerita dalam film ini. Sampai sempat memutuskan untuk hijrah sebelum dikuatkan oleh istri dan saudaranya untuk tetap bertahan dan berdakwah.
Cerita berulang kembali dengan semangat baru, Ahmad Dahlan mulai membangun dan menghidupkan kembali pengajian di langgarnya, menyantuni orang-orang miskin di alun-alun, berkhotbah tentang perkara pernikahan, tahlil, yasinan dan selamatan. Intinya memberikan kebebasan selama itu membawa kemaslahatan bagi umat.
Sampai bersusah payah merintis Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman. Ahmad Dahlan sendiri memproklamirkan diri sebagai President Muhammadiyah. Resistensi belum berakhir karena Kyai Penghulu menuduh Ahmad Dahlan ingin merebut jabatannya sebagai seorang Resident, sebuah jabatan yang dalam hirarki kolonial yang setara dengan Sultan.
Ending film sangat sederhana, tuduhan tersebut ada karena adanya salah tafsir dan provokasi lingkungan Kyai Penghulu. Sampai Kyai Penghulu menyadari kesalahannya dalam menafsirkan istilah President dan Resident. Sebuah istighfar terucap. Ahmad Dahlan bersama seluruh muridnya melakukan pawai bersama dengan jalan kaki, menutup film Sang Pencerah.
Sangat layak untuk ditonton :)
Catatan pribadi:
Segala sesuatu bermula dari hal kecil, apapun yang kita lakukan saat ini bisa jadi akan menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari. Siapa yang menyangka Muhammadiyah dengan ribuan sekolahnya diawali dari sebuah langgar kidul yang kecil. Yang paling penting adalah visi, sekali lagi visi!!!

Gambar dari Google

10 komentar:

catatan pribadimu menarik. hehehe

 

@iqbal
Aku tau visimu menjadi pengekspor online batik pekalongan termahsyur :)
Makasih..

 

part of. aku akan segera menulis rada serius di blogku tentang mimpi2ku. buat ngingetin diri sendiri aja. karena rada kontroversial mungkin hanya akan kutulis di blog. enggak di notes fb. hehehe

 

@iqbal Hehe gitu dung, kutunggu deh tulisan2 yang katanya kontroversial itu. Jangan mau kalah sama langgar kidul :)

 

Ngga, tulisanmu di atas sekilas seperti hasil penarikan kesimpulan dari ulasan Mas Hanung di Global TV pada Senin malam.

Diluar itu, good job fren. Like this dah..hehee.. ^^

 

@eko Yang bener hasil penarikan dari cerita dalam film yang sutradaranya Hanung hehe

 

kyai kafir dan terasing tersemat pada awalnya...namun bukankah islam juga hadir pada saat keterasingan dan di akhir jaman pun islam akan hadir di saat keterasingan juga...sesungguhnya islam datang dan menutup untuk mencerahkan uamt di tengah keterasingan...

 

Om @faisal Berat niy ulasan substansinya, aku yang normal2 saja, sebab ku penggemar semua film, adanya cuma film bagus dan bagus sekali wkwkwk.

 

"Alasan yang paling utama adalah merubah arah kiblat masjid, padahal selama ini arah kiblat lurus ke barat, sejajar dengan keraton yang dianggap sebagai pancar bumi. Kompas dan peta bumi jadi bekal untuk mengukur akurasi arah kiblat dengan menarik garis lurus dari jawa ke Mekkah."
<< dan yang bikin peta dan kompas orang kafir :)

 

@-rizka- Itu anggapan mereka hahaha, sama seperti Kyai Magelang yang datang menghujat kafir tetapi dia naik kereta yang juga buatan orang kafir :D

Udah nonton Riz?

 

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)