-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Belajar dari pagar (Yin Yang)

Pagar.
Apa yang terbayang ketika kita mendengar kata tersebut? Pagar dalam pandanganku adalah struktur yang sengaja dirancang dengan maksud untuk mambatasi. Bisa berupa bangunan tembok atau besi melingkar sebagai pembatas sesuatu di dalamnya.

Kalau kuperhatikan perjalanan hidupku, semasa aku kecil hanya mengenal istilah pagar yang sederhana. Rumah di kampungku tidak ada pagarnya sama sekali, tidak ada penghalang sama sekali. Yang namanya pagar hanya di sawah atau kebun saja, itu bentuk fisiknya bukan tembok beton melainkan pagar dari tanaman hidup, fungsinya untuk melindungi tanaman di dalam dari hewan perusak. Atau ada juga pagar untuk melindungi hewan ternak dari pemangsa.

Menjelang dewasa baru ku tahu macam-macam pagar, tepatnya setelah pindah dari kampung untuk ikut nenek. Di sekitar rumah nenek banyak rumah yang dipagari pagar dari dinding beton atau batu bata yang menjulang tinggi, yang justru menghalangi pandangan mata ketika berada di dalam. Fungsi utama sudah bergeser, yang ini untuk menghindari pelanggar batas atau pencuri.

Semakin beranjak ke kota-kota besar seiring dengan jalan hidupku yang menuntut untuk hijrah, semakin beragam lagi pagar-pagar itu, muncul pagar besi dll, bergeser lagi fungsinya dengan ada tambahan unsur keindahan, yaitu mempercantik tampilan rumah.

Terus apa yang bisa dipelajari dari pagar ini? Cari dulu teori untuk mambahasnya, biar keliatan ilmiah hehehe. Kebetulan sekali tiba-tiba ada teori yang ketangkap sama otakku untuk menjawab pertanyaan tadi. Yin Yang.
Beberapa hari yang lalu berita di media massa baik cetak maupun elektronik ramai dengan adanya serangan Korea Utara ke Korea Selatan. Banyak yang menganalisa kejadian tersebut dengan berbagai teori.

Yang pertama terbayang di benakku adalah bendera Korea Selatan. Lambang ditengah mengadopsi gambar Yin Yang. Entah yang mana dulu yang memakai. Kalau menurutku ya Korea Selatan yang mengadopsi lambang itu.

Jadilah diriku ikut nimbrung juga, teringat satu filosofinya. Dalam Yin Yang setiap benda di alam memiliki polaritas abadi, dua buah kekuatan yang selalu berlawanan tapi juga saling melengkapi. Maka lahirlah tweet-tweet yang mengaitkan Yin Yang dengan pagar tadi.
  1. Dunia itu penuh keseimbangan, itulah prinsip utama Yin Yang.
  2. Dalam sebuah kampung, coba diitung berapa jumlah malingnya (hehe nyuruh orang kok aneh-aneh gini sih). Paling jawabannya tak ada, atau hanya satu dua maling saja.
  3. Satu atau dua maling itu pastilah meresahkan warga yang ada di situ. 
  4. Seperti kubilang tadi, yang namanya ada keseimbangan pasti ada juga berkah dari keberadaan maling-maling ini. Berkah untuk orang-orang yang lain.
  5. Berkahnya adalah terbukanya lapangan pekerjaan baru. Karena fungsi utama dari pagar adalah sebagai pelindung, muncullah pekerjaan pembuat pagar-pagar itu, bahkan ada juga pekerjaan suplemen yang muncul sebagai imbas pembuat pagar, pembuat alarm, gembok , engsel, teralis dll.
  6. Bayangkan jika setiap rumah memakai jasa pembuat pagar itu, berapa banyak jumlah manfaatnya akibat ulah satu dua maling tadi.
  7. Jadi ada 'kebaikan' yang dibawa oleh sedikit maling itu bagi orang lain.
  8. Dimanapun dan sampai kapanpun, keseimbangan akan selalu ada dan tidak bisa dihilangkan, pun ada hikmah darinya.
  9. Gak usah memikirkan sanksi, percayalah akan ada karma bagi si benar atau salah, sekecil apapun akan ada pembalasan, seimbang.
  10. Yang baik akan mendapatkan balasan baik, begitu juga sebaliknya.
Jadi inget postingan terdahulu yang berjudul And in the end the love you take is equal to the love you make.
Lagu dari The Beatles yang liriknya juga bercerita tentang keseimbangan. Wah kok aku suka sekali ya sama yang berbau keseimbangan macam ini hehe. 

Ah kebetulan mungkin. Bagaimana pendapat teman-teman, percayakah dengan hukum tersebut? Apa yang kita tanam, itu pula yang akan kita dapatkan?

Gambar dari Google

Selamat Datang



Selamat datang di hanggaady.com..


Sebenarnya hanggaady.com ini adalah rumah baru karena sebelumnya sudah mulai corat-coret di http://hanggaady.blogspot.com/. Mulai hari ini semua postingan baru akan di display di blog ini :)

Dinikmati apa adanya saja ya. Blog ini hanya berisi tulisan-tulisan ringan disela-sela kesibukan kerja di Setneg (ya cuma di sini masalahnya kerjaanku, kerjaan pertama setelah lulus kuliah hihi)..

Tidak ada deskripsi khusus untuk blog ini. Ini hanya sarana bagiku untuk belajar menulis dan saling bertukar informasi mule dari jalan-jalan/travelling, vacation, kuliner, romance, cinta, romance, cinta hehehe
Pokoknya  tentang semuanya, setiap waktu dan setiap tempat di Indonesia tercinta.. Ntar kalau punya kesempatan ya nggak di Indonesia aja :) Doain yah..

Bagi yang tertarik dan khilaf silahkan langganan feeds blog ini hehe. Atau bisa juga follow twitter @hanggaadycom untuk mengikuti postingan baru :) Postingan lama juga masih tersedia di bawah, biarmemudahkan pencarian :)

Akhir kata, selamat membaca ya, ambil yang baik-baik yang sesuai hati nurani hehe


Salam,
hanggaady

Semua Tentang Kita by @hanggaady

Minggu kemarin saya sudah upload lagu Ada Band, Masih (Sahabatku, Kekasihku). Minggu ini giliran lagu kedua, dan lagu yang saya pilih adalah Semua Tentang Kita-nya Peterpan. Lagu ini banyak sekali kenangannya, kenangan dengan mantan pacar, semenjak kenalan sampai jadian kita berdua pernah nyanyi bareng. Liriknya juga romantis untuk kami yang sedang dimabuk asmara hehe.

Selain itu juga kenangan dengan sahabat-sahabat sewaktu kontrak dulu, dan juga kenangan dengan teman kerja, saat pra-jabatan.

Proses pengambilan gambar sore hari, jadi keliatan deh muka lagi kucel-kucelnya. Kamerawoman masih tetap sang istri tercinta hehe. Diambil dalam dua shoot, karena yang pertama gagal, kurang konsentrasi. Video gagal bisa dinikmati juga di link di bawah.

Selamat menikmati deh :)
Terima kasih.
 

Versi gagalnya bisa dilihat di sini hehe.


Gadjah Mada adalah Sumbermu, Mata Airmu..

Dulu saya pernah membuat sebuah janji di postingan Pria Butuh Tenaga, sepertinya saat ini momen yang tepat untuk memenuhinya. Beberapa hari ini di email, milis, facebook ataupun twitter banjir dengan undangan reuni Alumni UGM atau Kagama. Tepatnya tanggal 7 November ini, tema yang diambil adalah "Guyub Rukun Mukti Bebarengan: Temu Kangen Alumni UGM dan Kagama Care". Dan lagi-lagi yang kebagian jatah sebagai pelaksana adalah Kagama Pengda DKI Jakarta hehe.

Sebagai informasi, Pengurus Kagama Pengda Jakarta sudah dilantik oleh Ketua Umum PP Kagama, Sri Sultan HB X, pada November 2009 lalu, dan diketuai oleh Pak Budi Karya (Dirut Jaya Ancol). Kala itu acara juga sangat meriah dengan banyaknya alumni yang datang, juga partisipasi mereka dalam berbagai acara yang diadakan. Kami dari Kagama Muda berhasil memboyong juara pertama lomba joget dan memboyong grand prize horee!!

 (Saya tepat di depan SHB X)
Kemudian pada tanggal 20 Februari 2010, pengurus baru Kagama Pengda DKI Jakarta mengadakan acara pertama, yaitu Rekreasi di Outbondholic Taman Impian Jaya Ancol. Pesertanya sangat banyak, dihuni mayoritas angkatan muda dari KLP I-IV dan Kagama Muda, mungkin karena kami yang muda-muda ini suka dengan kegiatan jalan-jalan semacam ini. Seru pokoknya :)

Kemudian pada tanggal 10 Juli 2010, Kagama Jakarta mengadakan Bakti Sosial Kesehatan di Taman  Bunga Wiladatika Cibubur. Dua kegiatan utamanya yaitu pemeriksaan kesehatan masyarakat umum secara gratis dan sunatan massal. Pemeriksaan kesehatan gratis mampu mendatangkan banyak peminat, terbukti dari ramainya perta yang datang, penuh sesak dari pagi sampai siang. Sementara untuk sunatan massal hanya sekitar 30 orang anak yang datang.

Kami pelaksana berangkat dari Jakarta dengan titik temu di Taman Ismail Marzuki. Ketika saya datang, bus sudah siap mengangkut semuanya, orang, bahan, obat-obatan, makanan dan keperluan akomodasi lainnya. Yang paling berkesan tentu saja melihat tingkah polah anak-anak kecil yang mau di khitan. Ada yang sangat berani, bahkan gak menangis setelah di sunat. Ada pula yang takut, ada pula yang lari terbirit-birit sebelum di sunat setelah melihat teman-temannya menangis. Mengundang tawa pokoknya. Sayapun ikut pemeriksaan kesehatan, ceritanya di Pria Butuh Tenaga tadi. mungkin gambar akan lebih berbicara untuk bercerita, so silahkan dilihat lebih lengkap di gambar-gambar, di sini.

Kembali ke acara reuni yang akan diadakan tanggal 7 November ini. Saya sangat senang karena temanya juga membawa nama Kagama Care. Sangat berharap mampu membantu saudara-saudara yang sedang ditimpa bencana (Wasior, Mentawai, Merapi). Kampus UGM sendiri berada di wilayah Sleman dimana Gunung Merapi berada, alangkah baiknya kalau alumni yang ada di jakarta ikut berpartisipasi membantu. Kalau yang di Jogja si tidak perlu saya tanyakan, mereka sudah menjadi garda depan dengan ikut berpartisipasi dalam penanggulangan bencana Merapi. Semoga saja acara-acara berbau sosial kedepannya selalu bisa dilaksanakan.

Ingatan saya kemudian kembali ke sebuah prasasti di Gedung Rektorat UGM. Sebuah prasasti yang sangat dalam maknanya, terutama untuk alumni-alumninya yang sudah terjun ke masyarakat. Sebuah prasasti yang diharapkan selalu mengingatkan alumni-alumninya agar terus mengabdi kepada negara dan bangsanya:

GADJAH  MADA  ADALAH  SUMBERMU.
GADJAH  MADA  ADALAH  MATA  AIRMU.
MAKA  MENGALIRLAH  KE  LAUTNYA  PENGABDIAN  RAKYAT,  BUKAN  KEMUKTIAN  DIRI.
(Soekarno, Presiden Pertama RI)
Semoga!!

Masih (Sahabatku, Kekasihku) by @hanggaady

Ini adalah video (amatir) pertamaku di youtube. Tentu saja hasil iseng-iseng pada minggu kemarin. Untuk lagu pertama, sengaja kupilih lagunya Ada Band, Masih (Sahabatku, Kekasihku). Alasannya karena sejak lagu ini keluar, ku suka banget sama lagu dan liriknya. Bahkan dulu sempet jadi ringtone selama bertahun-tahun hehe.

Walau badai menghadang,
Ingatlah ku kan selalu setia menjagamu,
Berdua kita lewati jalan yang berliku tajam.


Resah yang kau rasakan,
Kan jadi bagian hidupku bersamamu,
Letakkanlah segala lara di pundakku ini.

Nanti, via blog ini akan ku share video-video lainnya, itung-itung manfaatin gitar, dan melampiaskan kenarsisan saya juga hehe. Atau bisa ikuti lewat twitter @hanggaady. Selamat menikmati yahhh :)
 

Bedah Buku Negeri Lima Menara

Lelaki setengah baya berdiri di depan kerumunan orang-orang. Di tangan kirinya sebuah mike warna hitam digenggamnya. Mimik mukanya serius menerangkan sesuatu. Kata demi kata yang keluar dari mulut dengan tekanan yang kuat. Pakaian nuansa gelap yang dikenakannya membuat penekanan semakin kuat.
"...yarmi kurrah ila wasat, ilal yusra, wa gooool!!!" di saat bersamaan terdengar suara "DOOM!! DOOM!!" beberapa kali.
Bola dilempar ke tengah, lalu ditendang ke kiri, dan gooool!! begitulah kira-kira arti dari kalimat di atas. Dia bercerita, dan menurutku pikirannya disaat yang bersamaan juga melayang ke beberapa tahun kebelakang. Benar saja, yang diceritakannya adalah masa ketika dia berada di sebuah lapangan sepakbola di sebuah Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo. Semua hadirin seperti terpana mendengarkan cerita-cerita nya yang menggugah semangat itu.

Tapi di detik saat dia bilang goool!!! terdengar suara ledakan berkali-kali, giliran dia sendiri yang terheran-heran. "Di luar tidak ada yang sedang bermain bolakan?" tanyanya penuh curiga. Giliran semua hadirin yang tertawa.
***
Yah, lelaki setengah baya itu adalah Ahmat Fuadi yang sedang membedah novelnya, Negeri 5 Menara. Sementara suara ledakan tersebut adalah suara meriam dari Istana Merdeka. Sebuah pertanda adanya penyambutan tamu Negara oleh Presiden. Memang kebetulan sekali waktu bedah buku bersamaan dengan kedatangan Perdana Menteri Australia, The Honourable Julia Gillard (bukan hohourable seperti yang tertera di papan raksasa depan istana yah, hehe). Dan kebetulan juga lokasi bedah buku bersebelahan langsung dengan Istana Merdeka.

Jakarta, 2 November 2010. Sejak pagi hari panas sudah menyengat kulit. Tapi tidak ada alasan bagiku untuk tidak beranjak keluar kantor. Tentunya bukan untuk kabur dari kantor. Hari itu sudah kutunggu dan kunanti sejak beberapa hari yang lalu, tepatnya saat seorang teman mengabarkan lewat email tentang rencana bedah buku dari A. Fuadi di kantor, tak lama kemudian disusul undangan resminya. Itulah alasanku meninggalkan pekerjaan. Tepat jam 8 pun saya beranjak ke Ruang Serba Guna Gedung Sekretariat Negara III.

Acara bedah buku ini diadakan oleh Perpustakaan Setneg dan dibuka oleh Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Dukungan Kebijakan. Memang semenjak saya mengetahui rencana bedah buku ini saya juga heran, tumben-tumbennya kantor membedah novel yang tidak ada kaitannya dengan ketatanegaraan, kebijakan publik, ataupun masalah perundang-undangan. Jadi bedah buku kali ini ini adalah yang pertama kalinya keluar dari pakem tersebut.

Setelah pembukaan dilanjutkan dengan sesi perkenalan penulis. Beberapa slide visual menambah takjub sesi ini, seperti pemandangan Danau Maninjau yang sangat indah dan juga gambar-gambar lain sebagai penggambaran visual isi novel. Kejutan lainnya datang dari penulis, menurutnya baru kali ini bedah buku nya dilakukan oleh instansi berkop Garuda.

Sesi paparan pun dimulai, disela-sela paparan dimasukkan slide video untuk mempercantik penjelasan lisan. Menurut penulis, ini adalah novel yang terinspirasi dari kisah nyata. Tokoh utamanya pun memiliki inisial yang sama dengannya, yaitu AF. Sinopsisnya silahkan baca sendiri yah di sini.
Secara garis besar penjelasan novel Negeri 5 Menara tersebut dibagi menjadi (sementara belum ada penjelasan poin-poinnya ya hehe):

A. Mozaik Negeri 5 Menara:
  1. Keikhlasan para guru dan murid saat mengajar dan belajar.
  2. Dibuat menjadi warga global.
  3. Bahasa asing kunci pintu dunia (Arab dan Inggris).
  4. Khairunnas antauhum linnas, jadilah bermanfaat bagi lingkungan.
  5. 24 jam pendidikan.
B. Hikmah Negeri 5 Menara:
  1. Niat kuat dan ikhlas sebagai energi abadi. Lakukan untuk sebuah alasan dari dalam dengan niat yang kuat.
  2. Impian tinggi. Tuliskan, jangan rugi sampai dua kali.
  3. Man Jadda Wa Jada, yang artinya barang siapa bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Kata-kata sakti inilah yang menjadi inti dari novel ini.
  4. Doa dan syukur sebagai energi ajaib.
  5. Tawakkal. Huznuzzhan, let it go, move on.
Terakhir adalah penjelasan tentang rencana trilogi novel ini. Pola yang akan dipakai A. Fuadi adalah 5-3-1. Novel pertama judulnya mengandung angka 5, Negeri 5 Menara. Novel kedua mengandung angka 3 yang menggambarkan tiga negara, Ranah 3 Warna, dan novel terakhir dari trilogi ini akan memakai angka 1, penasaran dengan judulnya?? Judulnya adalah....
masih rahasia katanya hehe.

Setelah acara utama selesai, dilanjutkan dengan acara tanda tangan dan foto-foto, serta makan siang. Sayapun tanpa ragu-ragu minta tanda tangan sambil bilang @hanggaady yang terus-terusan mention di twitter Mas. Kebetulan saya mention @fuadi1 sebelum acara berlangsung, bahkan jauh hari saat saya membaca novel ini. Saya jelaskan juga sebenarnya akan melakukan live tweet acara ini, tapi karena battere habis jadi batal deh hehe :) Terima kasih Mas.

 
Gambar dan liputan juga bisa diliat di situs www.setneg.go.id di sini dan di sini.