-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Ingin berteman kesunyian malam

Dalam kerajaan hitam gelap malam, paras ayumu memancar, menjadi penerang segala ruang..

Aku bisa merasakan semilir angin sesekali bersahutan dengan hembusan nafasmu..

Aroma wangi tubuhmu memancing perasaku, tercium satu demi satu..

Dua punyaku, dua punyamu, empat mata kita tersimpul mencipta rona bahagia..

Hangat wajahmu merasuk dari mulut ke sekujur tubuhku..

Biarkan saja malam cemburu, pada tawa kita diantara kesunyian..

Diantara kita, angin berdamai dan tertidur, mewariskan tugasnya pada denting detik jam..


Aku ingin berteman dengan kesunyian, 

Sekali lagi aku ingin berteman sunyi, disitu aku bisa menikmatimu seutuhnya..

29 Januari 2011, 00:00

Gambar dari google 

Pengajian 4 Bulanan Kehamilan

Pengajian 4 Bulanan Kehamilan Anak Pertama.

Sebuah kejutan besar saya terima hari minggu kemarin (16/1). Tendangan pertama si kecil bisa kurasakan dari perut istriku :) Alhamdulillah. Sebelum-sebelumnya saat istri bilang si kecil lagi gerak-gerak dan tanganku kutaruh diperutnya tidak pernah kerasa gerakan itu. Ya Allah, jagalah keduanya selalu dalam perlindunganMu.

Tak terasa bulan ini kehamilan istri sudah genap 6 bulan. Kata pertama yang akan selalu kami ucapkan adalah syukur alhamdulillah kepada Allah atas karunia terindah ini.

Tak terasa juga sudah dua bulan semenjak pengajian dan syukuran 4 bulanan tanggal  20 November 2010 lalu. Ya hari Sabtu jam 09.00 hari itu kami mengadakan pengajian untuk mendoakan keselamatan dan kesehatan istri dan bayi dalam kandungannya. Kami pilih dibulan keempat karena dalam tradisi muslim pada usia ini ditiupkan ruh pada si jabang bayi.

Kebetulan sekali kelompok pengajian mama di Permata Timur selalu antusias untuk membantu even-even seperti ini, jadinya kami berdua merasa sangat terbantu. Bacaan doa dan surat-surat Al-Quran pun sudah dipersiapkan dan dijilid menjadi buku. Beliau-beliau juga yang meramaikan pengajian ini. Semoga Allah membalas kebaikan-kebaikan beliau ini.
Untaian doa kandungan
Acara dibuka dengan pembacaan Al-Fatihah dengan dibimbing MC, kemudian sambutan dari tuan rumah, dilanjutkan dengan istigfar dan pembacaan ayat-ayat Al-Quran pilihan secara bersama-sama yang dipimpin Ustad Ali Imron sambil menunggu penceramah utama. Saat Ustadzah Ita Murad datang ceramah langsung dilanjutkan beliau. Kemudian ditutup dengan doa.  Alhamdulillah dapat dua doa dari Ustad Ali Imron dan Ustadzah Ita Murad.

Untaian doa kandungan empat bulanan anak pertama kami diambil dari surat-surat dalam Al-Quran:
1. Ar Rahmaan (Surat ke-55, ayat 1-78)
2. Yusuf (Surat ke 12, ayat 1-6)
3. Maryam (Surat ke-19, ayat 1-11)
4. Muhammad (Surat ke-47, ayat 1-11)
5. Lukman (Surat ke-31, ayat 14)
6. Al-Mu’minuun (Surat ke-23, ayat 12-14)

Kesemuanya dibaca secara bersama-sama, dilanjutkan dengan bacaan Istigfar 4x, Syahadat, Sholawat (dilagukan), Surat Al-Araaf: 180, dan ditutup dengan asmaul husna.


***
Pada kesempatan ini kami juga memohon doanya kepada sahabat-sahabat semua. Terima kasih juga kepada sahabat-sahabat yang telah memberikan doa di kesempatan-kesempatan sebelumnya. Semoga Allah membalas kebaikan sahabat.

Ya Allah..
Lindungi bayi ini selama dalam kandungan istriku, berikan kesehatan kepada keduanya, Engkau ciptakan bayi dengan rupa yang bagus, dan tanamkan hati bayi ini iman kepadaMu.
Semoga Engkau mengeluarkan bayi ini pada waktu yang ditetapkan dalam keadaan sehat dan selamat, sempurna berakal cerdas dan mengerti urusan agama.
Berikan padanya umur yang panjang, sehat jasmani dan ruhani, bagus budi perangainya, fasih lisannya, serta bagus suaranya untuk membaca Al-QuranMu.
Tinggikan derajatnya dan luaskan rejekinya, serta jadikan manusia yang selamat dunia akhirat.
Segala puji bagiMu.. Aaamin aaamin aaamin yaa robbal aalamin...

Permata Timur. 01.2011


CATATAN PENTING:

Buat ibu-ibu yang baru saja atau akan melahirkan, istri saya berat badan sudah kembali ideal pasca melahirkan. Waktu hamil berat badan naik 30 kg, setelah melahirkan berat turun cuma sekitar 7kg, usaha diet makanan dan olahraga cuma berhasil menurunkan 10kg saja, setelah itu stuck, berenti turunnya hehe. Hanya dalam dua bulan sisa berat 12kg berhasil dilakukannya sambil menyusui, kembali ke berat 55kg. Kalau mau seperti istri boleh, sms saja ke 0856 4303 1203 atau inbox di FB Sekar Datu Rinenggo.

Karena dia sudah merasakan hasilnya menjadi semakin sehat dan berbonus langsing serta memperbanyak asi, sekarang, sambil praktek drg-nya, dia ingin berbagi sehat dan pengalaman dalam proses melangsingnya tersebut sebagai Consultant Nutrisi. Kalau istri saya bisa, semua pasti juga bisa.

Catat ya nomor di atas, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi :)

(Ads)

Follow me: @hanggaady

ViralGen Referral Shopping

Enjoy (transportasi) Jakarta!!

Tot!! Hari ini 2,5 jam perjalanan kantor rumah, melewati berbagai proses: antrian panjang, berdiri dan berdesakan dalam bis, ganti angkot, asap rokok, pindah lagi ojek, dingin malam. Itulah gambaran umum transportasi Jakarta. Aku bersyukur tiap hari tidak begitu, lebih sering duduk manis, sambil membaca atau malah tidur sekalian, perjalananpun cukup sejam. Alhamdulillah..

Itulah update statusku semalam. Meskipun sudah berulangkali mengalami ketidaknyamanan dan sudah terbiasa dengan kemacetan ibukota tapi tiba-tiba semalam ingin menulis status begitu.
Transportasi adalah kebutuhan wajib setiap orang, apalagi bagi yang tinggal di Jakarta ini. Sebagian besar warganya bekerja di sekitaran pusat kota. Terang sajakan untuk bekerja semua orang harus menggunakan sarana transportasi. Aku juga heran bagaimana perencanaan tata ruang kota ini dahulu kala sehingga mengakibatkan adanya keadaan seperti ini, gedung-gedung perkantoran bisa tumplek blek disini.

Belum lagi sarana transportasi yang disediakan sangat tidak memadai. Setiap pagi dan sore hari di jam pulang kerja, para penumpang berebut memilih angkutan menuju tempat kerja dan pulang ke rumah masing-masing. Gelombang manusia datang di pagi hari dan pergi di sore hari. Mungkin prosesnya hampir sama dengan yang saya alami kemarin.
Saat berangkat dan pulang kerja saya sebenarnya jarang menggunakan fasilitas transportasi umum Jakarta. Nanti akan saya bahas di bawah. Biasanya terpaksa menggunakannya ketika harus lembur kerja saja.
Kemarin itu contohnya. Pulang kerja sudah menjelang malam dan bingung mau menggunakan sarana apa. Ada beberapa pilihan angkutan umum seperti bis kota dan bus trans yang bisa digunakan. Akhirnya yang terakhir menjadi pilihan. Seperti kalau pulang saat lembur dihari-hari sebelumnya. Alasannya satu yaitu bisa melihat kemacetan di jalur samping hehehe, sebenarnya karena bus ini mempunyai jalan khusus saja.
Untuk sampai ke shelter terdekat saya berjalan kaki dari dari kantor yang berada di Jalan Veteran III. Ada dua pilihan juga shelternya, bisa ke Harmoni atau ke Pecenongan. Karena tujuan akhir adalah Kampung Melayu atau Cawang, saya biasanya ke shelter Pecenongan. Selain antrinya lebih sedikit dibandingkan di harmoni, bus trans yang langsung ke Cililitan (melewati Kampung Melayu dan Cawang) juga lewat sini.
Tumben sekali antrinya lumayan panjang. Di bus pertama aku gagal masuk karena sudah penuh, pokoknya penuh sepenuh penuhnya sampai dari luar keliatan sesak sekali. Mungkin setelah 20 menitan bus kedua baru lewat, antrian juga panjang, cuma karena aku berada di antrian terdepan akhirnya bisa masuk. Kondisinya hampir sama, penuh sesak, saling berhimpitan, tidak ada ruang gerak sama sekali.

Itu bus angkutan massal yang katanya dijadikan andalan menghadapi kemacetan dan menyediakan kenyamanan. Bagaimana dengan angkutan umum lainnya yang tak punya jalur khusus dan tak ada AC misalnya. Yang digadang-gadang saja belum berhasil apalagi yang lain, ah ku tak bisa membayangkannya. Tampak disamping sebuah metro mini penumpangnya  penuh, sampai ada yang berdiri, asap hitam tebal keluar dari knalpot. Pas sekali ada pembandingnya, ya begitu itu.
Saking penuhnya, ketika sampai jalur Melayu – Ancol aku turun dan berganti bus, lumayan bus trans yang ini masih ada ruang geraknya. Kemudian turun di shelter UKI dan harus berganti dengan angkot. Sebelum naik angkot kusempetin beli minuman dingin dulu sambil istirahat sebentar. Mijon mijon hehe.
Saat di angkot kenyamanan masih terusik juga, meskipun bisa duduk masih saja ada yang menggangu, kali ini asap rokok dari pengemudi. Duh. Makanya kalau naik angkot jarang sekali duduk di depan, rata-rata para pengemudinya adalah para perokok. Rokoknyapun mudah didapat karena di setiap pemberhentian lampu merah selalu saja ada pedagang asongan yang menjual rokok. Ditambah lagi ikut merasakan kemacetan. Turun langsung berganti ojek, tak sampai sepuluh menit sudah menginjakkan kaki di rumah.
Khusus hari ini perjalanan pulang kantor dari Veteran ke perbatasan Jakarta Timur Bekasi ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Bayangpun itu! Kalau di daerah mungkin waktu segitu bisa menempuh jarak 150 km, Malang – Surabaya, Jogja - Solo.

BUS JEMPUTAN
Seperti ku katakan di atas, aku jarang sekali menggunakan sarana transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja. Alasannya karena adanya bus jemputan ini. Saat berangkat bisa menggunakan bus jemputan kantor, tapi aku menggunakan bus jemputan kementerian sebelah (Dalam Negeri), karena titik keberangkatannya dekat dengan rumah.
Aku bersyukur dengan adanya bus ini, jadinya saat berangkat lebih sering duduk manis, bisa membaca buku atau malah bisa tidur sekalian. Perjalananpun bisa ditempuh dalam waktu sejam. Seperti pagi ini selama perjalanan berangkat kugunakan membaca novel karya sahabat. Alhamdulillah.
Saat pulangpun demikian, ada bus jemputan yang disediain kantor, ada juga beberapa pilihan lain yang bisa dinaiki. Seringnya aku juga naik bus kementerian tetangga (Kementerian Luar Negeri), jalur lewatnya deket kantor, keberangkatan lebih cepat dan selalu lewat tol, sehingga bisa menghemat waktu perjalanan. Kalau perjalanan berangkat ditempuh selama 1 jam, kalau pulang cukup 45 menit saja.


Mungkin sistem bus jemputan ini bisa dikembangkan oleh semua perkantoran, baik negeri maupun swasta. Kalau yang dibutuhkan adalah kenyamanan dan ketepatan waktu, bus jemputan ini saya kira bisa memenuhinya. Para pegawai juga tidak tergoda menggunakan kendaraan pribadi jika ada fasilitas bagus yang bisa digunakan.
Atau pakai naga terbang aja yah?

KENDARAAN PRIBADI
Pertamax 7500 dan mau naik terus...hiks...kita pake mobil bukan berarti kaya, tapi gimana lagi transportasi busuk gitu -__-
Itulah tanggapan dari sahabat yang novel karyanya kubaca pagi ini. Benar juga, bagaimana kalau sistem transportasi umum tidak bisa menyediakan kenyamanan dan ketepatan waktu, sementara tidak ada fasilitas yang bisa digunakan.
Bagi sebagian orang pilihan terbaik mungkin sama dengan pendapat di atas, kendaraan pribadi. Lebih baik menyisihkan gaji dan sedikit berhemat untuk kredit kendaraan daripada tidak bisa mendapatkan kenyamanan dan ketepatan waktu, lebih baik menikmati kemacetan dengan kondisi nyaman di kendaraan sendiri daripada harus berdesak-desakan di angkutan umum yang tidak manusiawi itu. Saya yakin banyak alasan lain untuk ini.

REFORMASI BERPIKIR

Aku pernah membaca sebuah artikel bagus dan luar biasa tentang pembenahan sistem transportasi. Setelah meminta bantuan Mbah Google akhirnya bisa menemukan artikel sebuah koran tersebut. Salah satu bahasannya disitu adalah reformasi berpikir.
Lee Myung Bak saat menjabat sebagai Wali Kota Seoul pada 2002 (kemudian dipercaya menjadi orang nomor 1 Korea Selatan pada 2007) mereformasi cara berpikir transportasi justru dengan mengurangi jumlah jalan di tengah kota (Cheong Gye Chong Restoration Project). Langkah yang diambilnya adalah:
1. Meruntuhkan 5,8 km jalan layang bebas hambatan dan mengubahnya menjadi sungai.
2. Menutup salah satu simpang jalan terbesar dan mengubahnya menjadi ruang terbuka hijau.
3. Meruntuhkan beberapa fly over
4. Mengurangi jumlah tempat parkir.
5. Meningkatkan kualitas angkutan umum perkotaan berupa subway dan bus. Seoul memiliki jaringan subway 536 km yang mampu mengangkut penumpang sebanyak 4,5 juta orang per hari, 2,8 juta mobil pribadi, dan 10.000 bus. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan Jakarta.
Berdasarkan penelitian tahun 2005 hal itu membuat pengendara kendaraan pribadi berpindah ke angkutan umum. Akibatnya pengendara bus naik 10 persen, subway naik hingga 9 persen. Mungkin 2011 ini sudah meningkat lagi penggunanya.

Korea Selatan pernah mengalami hal serupa, tapi bisa melewati. Untuk Jakarta? Saya hanya heran, sudah terlalu banyak yang menganalisa permasalahan ini tapi kok kondisinya tetap aja ya. Ada yang menawarkan pindah ibukota, pembangunan jalan, menaikkan pajak kendaraan, sistem 3 in 1, pengaturan subsidi BBM, dll.

Di kondisi lain. Saat hujan turun di pagi hari. Otomatis tanpa mendatangkan penari macetpun kemacetan akan datang dengan sendirinya. Itu sebuah hukum sebab akibat yang sudah terbukti keakuratannya di Jakarta ini. Dan di waktu inilah banyak sekali status-tweet orang-orang yang menggerutu dan mengutuk. Saya sih santai saja.  

Hujan, mutlak bukan menjadi kuasa kita, namun mood, adalah mutlak menjadi kuasa kita sendiri. Hujan ya biarin, macet ya biarin, telat ya biarin, dipotong ya biarin, dinikmati saja, kalau semua dipikirin bakalan jadi sutris, gak waras. Toh aku selalu bisa menikmati perjalanan ini, tidur-baca-ngetweet :)

Bagaimana menurut sahabat??

Enjoy (transportasi) Jakarta!!


Gambar dari Google.

Ngidam di petang itu

Ehm tak terasa tahun sudah berganti dengan cepat. Selamat tahun baru teman, belum sempat diriku ini bermuhasabah tentang tahun kemarin. Liburan ini benar-benar melenakan, walhasil keinginan membuat satu postingan atau highlight 2010 belum terlaksana juga. Ditunggu sesempetnya yah hehe

Tentang tahun baru, tidak ada yang spesial. Yang jelas liburan tahun baru ini kuhabiskan bersama istri di rumah saja, nonton suguhan film-film yang terus bersambungan di tv kabel. Itu aja bedanya tahun baru ini dengan sebelumnya, ada seorang istri disampingku. Dan anehnya meskipun libur tanggal 1 jatuh hari sabtu yang notabene memang hari libur, kok kerasa panjang yah liburannya. Mungkin karena ku nempel terus dua hari ini sama  dia.

Hari ini yang memang harus masuk kerja jadinya males, kangen istri mulu hihi. Untung bisa ketebak malesnya, jadinya dari pagi langsung pegang berkas kerjaan dan melahapnya, siang bisa sedikit santai-santai. Paling nggak mengurangi tanggung jawab moral sudah digaji hehe. Dan saat jam pulang berdenting, cieh berdenting segala, ya saat jam sudah menunjukkan waktu pulang langsung saja ku mengemasi tas dan bekal. Ciaooo kantor hehe

Dan anehnya, Tuhan sepertinya mengerti perasaanku hari ini. Jalanan sepi, dan kantor rumah pun cuma ditempuh selama 45 menit. Tepat jam 16.45 kaki sudah masuk teras rumah. Tak biasa mengingat ini hari pertama orang-masuk kerja dimana semuanya pingin pulang cepet dari tempat kerja.
Sesampai di rumah disambut istri yang wangi sekali karena baru selesai mandi keramas. Cup, satu kecup mendarat di wajahnya setelah dia cium tanganku :)

Akupun tak mau kalah, setelah istirahat sebentar langsung ku mandi. Nah pas aku mandi ini dia duduk bersila dan mengaji. Kuanngap biasa aja untuk urusan satu itu karena dia memang sangat rajin. Lama banget, sampai aku selesai ganti pakaian dia masih mengaji. Suka sekali aku denger suaranya ituh, ringan khas dan tak ada tandingannya hehe. Dia baca ayat per ayat, kemudian membaca artinya.

Dia sempet melirik, senyum padaku, aih jantungku berdebar dengan lirikan dan senyuman itu. Dia kemudian membalik Alquran terjemahan itu sampai di surat-surat pendek. Dia ngasih tebakan ke aku, kali ini tugasku adalah mengartikan ayat-ayat yang dibacanya. jujur saja banyak yang tak tahu. Dia dengan sabar membacakannya untukku. Pelan-pelan seperti mengajari anak kecil hehe. Ada beberapa yang benar tebakanku, dan aku dapat pelukan sebagai hadiahnya hehe. Selanjutnya sensor yah :D

Kemudian dia berbisik, "Abis ini ke bawah yah, nemenin mama papa buka puasa. Mas mau dibuatin teh apa?"
"Gak mau ah, aku mau peluk aja"
"Ayo Mas, kan mau goreng tempe mendoan juga. Teh Prendjak apa Teh Gandul?"
"Hehehe Teh Bandulan kali, bukan gandul. Dah kubilang aku mau peluk kamu aja"
"Eh teh untuk dahaga lahir, peluk untuk dahaga bathin", senyumku terkembang sumringah mendengarnya.

Lupa gimana scene selanjutnya, tau-tau udah adzan aja dan ku sudah duduk manis menikmati teh hangat dan mendoan buatannya. Spesial rasa bintang lima :)

***

Menepati janjinya waktu ngaji tadi, kami sudah di atas sajadah, berdua di atas satu sajadah. Dia berbisik, "Mas nanti bacain Surat At-Thin dan Al-Insyiroh ya setelah baca Fatihah" Ku tersenyum. Permintaan ini kuanggap luar biasa.

Dua surat itu memang salah satu surat yang kita bahas artinya pas ngaji sore tadi. Untung saja ku hafal dua surat ituh. Memang tadi ngobrol-ngobrol dia nanya gimana caranya hafal semua surat pendek-pendek itu. Kujawab aja aku gak pernah ngafal, hanya saja dulu sewaktu kecil selalu ikut sholat jamaah, imamnya selalu baca surat-surat dengan keras, inget dan hafal aja karena sering dibaca sama imam.
Haha mungkin dia terinspirasi dari ceritaku itu sampe minta dibacain dua surat itu. Dia juga setuju menggunakan metode ini sebagai salah satu metode untuk mengajari anak-anak kelak. Untung saja dia tak meminta dibacain Surat Al-Baqarah, bisa nyerah K.O, paling-paling senjata terakhir nawar dibacain waktu ngaji saja hehe :)

Dia lagi mengandung anakku teman, sudah 6 bulan, anggap saja dia sedang ngidam, dan sebagai seorang suami sebisa mungkin bisa memenuhi apa yang dia inginkan, apalagi positif jugakan kemauannya hihi. Aku sih tidak terlalu percaya dengan makna ngidam-ngidam itu sebagai keinginan si jabang bayi. Alhamdulillah saja si istri pintar tidak ngidam yang aneh-aneh. Itung-itung memanjakan istri tercinta :)

__________________________________________________
Inspirasi dari dua buah tweet sore ini:
1. Ini Teh Peluk, untuk mengobati dahaga bathin  I  Uhuk :)
2. Alhamdulillah istri ngidamnya gak aneh-aneh, positif, barusan minta dibacain Surat At-Thin dan Al-Insyiroh pas sholat jamaah maghrib :)

Malam hari di 3 Januari 2011..