-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Enjoy (transportasi) Jakarta!!

Tot!! Hari ini 2,5 jam perjalanan kantor rumah, melewati berbagai proses: antrian panjang, berdiri dan berdesakan dalam bis, ganti angkot, asap rokok, pindah lagi ojek, dingin malam. Itulah gambaran umum transportasi Jakarta. Aku bersyukur tiap hari tidak begitu, lebih sering duduk manis, sambil membaca atau malah tidur sekalian, perjalananpun cukup sejam. Alhamdulillah..

Itulah update statusku semalam. Meskipun sudah berulangkali mengalami ketidaknyamanan dan sudah terbiasa dengan kemacetan ibukota tapi tiba-tiba semalam ingin menulis status begitu.
Transportasi adalah kebutuhan wajib setiap orang, apalagi bagi yang tinggal di Jakarta ini. Sebagian besar warganya bekerja di sekitaran pusat kota. Terang sajakan untuk bekerja semua orang harus menggunakan sarana transportasi. Aku juga heran bagaimana perencanaan tata ruang kota ini dahulu kala sehingga mengakibatkan adanya keadaan seperti ini, gedung-gedung perkantoran bisa tumplek blek disini.

Belum lagi sarana transportasi yang disediakan sangat tidak memadai. Setiap pagi dan sore hari di jam pulang kerja, para penumpang berebut memilih angkutan menuju tempat kerja dan pulang ke rumah masing-masing. Gelombang manusia datang di pagi hari dan pergi di sore hari. Mungkin prosesnya hampir sama dengan yang saya alami kemarin.
Saat berangkat dan pulang kerja saya sebenarnya jarang menggunakan fasilitas transportasi umum Jakarta. Nanti akan saya bahas di bawah. Biasanya terpaksa menggunakannya ketika harus lembur kerja saja.
Kemarin itu contohnya. Pulang kerja sudah menjelang malam dan bingung mau menggunakan sarana apa. Ada beberapa pilihan angkutan umum seperti bis kota dan bus trans yang bisa digunakan. Akhirnya yang terakhir menjadi pilihan. Seperti kalau pulang saat lembur dihari-hari sebelumnya. Alasannya satu yaitu bisa melihat kemacetan di jalur samping hehehe, sebenarnya karena bus ini mempunyai jalan khusus saja.
Untuk sampai ke shelter terdekat saya berjalan kaki dari dari kantor yang berada di Jalan Veteran III. Ada dua pilihan juga shelternya, bisa ke Harmoni atau ke Pecenongan. Karena tujuan akhir adalah Kampung Melayu atau Cawang, saya biasanya ke shelter Pecenongan. Selain antrinya lebih sedikit dibandingkan di harmoni, bus trans yang langsung ke Cililitan (melewati Kampung Melayu dan Cawang) juga lewat sini.
Tumben sekali antrinya lumayan panjang. Di bus pertama aku gagal masuk karena sudah penuh, pokoknya penuh sepenuh penuhnya sampai dari luar keliatan sesak sekali. Mungkin setelah 20 menitan bus kedua baru lewat, antrian juga panjang, cuma karena aku berada di antrian terdepan akhirnya bisa masuk. Kondisinya hampir sama, penuh sesak, saling berhimpitan, tidak ada ruang gerak sama sekali.

Itu bus angkutan massal yang katanya dijadikan andalan menghadapi kemacetan dan menyediakan kenyamanan. Bagaimana dengan angkutan umum lainnya yang tak punya jalur khusus dan tak ada AC misalnya. Yang digadang-gadang saja belum berhasil apalagi yang lain, ah ku tak bisa membayangkannya. Tampak disamping sebuah metro mini penumpangnya  penuh, sampai ada yang berdiri, asap hitam tebal keluar dari knalpot. Pas sekali ada pembandingnya, ya begitu itu.
Saking penuhnya, ketika sampai jalur Melayu – Ancol aku turun dan berganti bus, lumayan bus trans yang ini masih ada ruang geraknya. Kemudian turun di shelter UKI dan harus berganti dengan angkot. Sebelum naik angkot kusempetin beli minuman dingin dulu sambil istirahat sebentar. Mijon mijon hehe.
Saat di angkot kenyamanan masih terusik juga, meskipun bisa duduk masih saja ada yang menggangu, kali ini asap rokok dari pengemudi. Duh. Makanya kalau naik angkot jarang sekali duduk di depan, rata-rata para pengemudinya adalah para perokok. Rokoknyapun mudah didapat karena di setiap pemberhentian lampu merah selalu saja ada pedagang asongan yang menjual rokok. Ditambah lagi ikut merasakan kemacetan. Turun langsung berganti ojek, tak sampai sepuluh menit sudah menginjakkan kaki di rumah.
Khusus hari ini perjalanan pulang kantor dari Veteran ke perbatasan Jakarta Timur Bekasi ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Bayangpun itu! Kalau di daerah mungkin waktu segitu bisa menempuh jarak 150 km, Malang – Surabaya, Jogja - Solo.

BUS JEMPUTAN
Seperti ku katakan di atas, aku jarang sekali menggunakan sarana transportasi umum saat berangkat dan pulang kerja. Alasannya karena adanya bus jemputan ini. Saat berangkat bisa menggunakan bus jemputan kantor, tapi aku menggunakan bus jemputan kementerian sebelah (Dalam Negeri), karena titik keberangkatannya dekat dengan rumah.
Aku bersyukur dengan adanya bus ini, jadinya saat berangkat lebih sering duduk manis, bisa membaca buku atau malah bisa tidur sekalian. Perjalananpun bisa ditempuh dalam waktu sejam. Seperti pagi ini selama perjalanan berangkat kugunakan membaca novel karya sahabat. Alhamdulillah.
Saat pulangpun demikian, ada bus jemputan yang disediain kantor, ada juga beberapa pilihan lain yang bisa dinaiki. Seringnya aku juga naik bus kementerian tetangga (Kementerian Luar Negeri), jalur lewatnya deket kantor, keberangkatan lebih cepat dan selalu lewat tol, sehingga bisa menghemat waktu perjalanan. Kalau perjalanan berangkat ditempuh selama 1 jam, kalau pulang cukup 45 menit saja.


Mungkin sistem bus jemputan ini bisa dikembangkan oleh semua perkantoran, baik negeri maupun swasta. Kalau yang dibutuhkan adalah kenyamanan dan ketepatan waktu, bus jemputan ini saya kira bisa memenuhinya. Para pegawai juga tidak tergoda menggunakan kendaraan pribadi jika ada fasilitas bagus yang bisa digunakan.
Atau pakai naga terbang aja yah?

KENDARAAN PRIBADI
Pertamax 7500 dan mau naik terus...hiks...kita pake mobil bukan berarti kaya, tapi gimana lagi transportasi busuk gitu -__-
Itulah tanggapan dari sahabat yang novel karyanya kubaca pagi ini. Benar juga, bagaimana kalau sistem transportasi umum tidak bisa menyediakan kenyamanan dan ketepatan waktu, sementara tidak ada fasilitas yang bisa digunakan.
Bagi sebagian orang pilihan terbaik mungkin sama dengan pendapat di atas, kendaraan pribadi. Lebih baik menyisihkan gaji dan sedikit berhemat untuk kredit kendaraan daripada tidak bisa mendapatkan kenyamanan dan ketepatan waktu, lebih baik menikmati kemacetan dengan kondisi nyaman di kendaraan sendiri daripada harus berdesak-desakan di angkutan umum yang tidak manusiawi itu. Saya yakin banyak alasan lain untuk ini.

REFORMASI BERPIKIR

Aku pernah membaca sebuah artikel bagus dan luar biasa tentang pembenahan sistem transportasi. Setelah meminta bantuan Mbah Google akhirnya bisa menemukan artikel sebuah koran tersebut. Salah satu bahasannya disitu adalah reformasi berpikir.
Lee Myung Bak saat menjabat sebagai Wali Kota Seoul pada 2002 (kemudian dipercaya menjadi orang nomor 1 Korea Selatan pada 2007) mereformasi cara berpikir transportasi justru dengan mengurangi jumlah jalan di tengah kota (Cheong Gye Chong Restoration Project). Langkah yang diambilnya adalah:
1. Meruntuhkan 5,8 km jalan layang bebas hambatan dan mengubahnya menjadi sungai.
2. Menutup salah satu simpang jalan terbesar dan mengubahnya menjadi ruang terbuka hijau.
3. Meruntuhkan beberapa fly over
4. Mengurangi jumlah tempat parkir.
5. Meningkatkan kualitas angkutan umum perkotaan berupa subway dan bus. Seoul memiliki jaringan subway 536 km yang mampu mengangkut penumpang sebanyak 4,5 juta orang per hari, 2,8 juta mobil pribadi, dan 10.000 bus. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan Jakarta.
Berdasarkan penelitian tahun 2005 hal itu membuat pengendara kendaraan pribadi berpindah ke angkutan umum. Akibatnya pengendara bus naik 10 persen, subway naik hingga 9 persen. Mungkin 2011 ini sudah meningkat lagi penggunanya.

Korea Selatan pernah mengalami hal serupa, tapi bisa melewati. Untuk Jakarta? Saya hanya heran, sudah terlalu banyak yang menganalisa permasalahan ini tapi kok kondisinya tetap aja ya. Ada yang menawarkan pindah ibukota, pembangunan jalan, menaikkan pajak kendaraan, sistem 3 in 1, pengaturan subsidi BBM, dll.

Di kondisi lain. Saat hujan turun di pagi hari. Otomatis tanpa mendatangkan penari macetpun kemacetan akan datang dengan sendirinya. Itu sebuah hukum sebab akibat yang sudah terbukti keakuratannya di Jakarta ini. Dan di waktu inilah banyak sekali status-tweet orang-orang yang menggerutu dan mengutuk. Saya sih santai saja.  

Hujan, mutlak bukan menjadi kuasa kita, namun mood, adalah mutlak menjadi kuasa kita sendiri. Hujan ya biarin, macet ya biarin, telat ya biarin, dipotong ya biarin, dinikmati saja, kalau semua dipikirin bakalan jadi sutris, gak waras. Toh aku selalu bisa menikmati perjalanan ini, tidur-baca-ngetweet :)

Bagaimana menurut sahabat??

Enjoy (transportasi) Jakarta!!


Gambar dari Google.

8 komentar:

kemacetan adalah suatu keniscayaan di Ibu Kota, sudah banyak pihak terkait membicarakan dan membahas solusi ttg hal tsb. Namun hasilnya belum ada, sampai dengan saat ini. barangkali kebijakan peningkatan kualitas kendaraan umum (busway, kendaraan jemputan karyawan, dll.) menjadi hal yang paling logis untuk dilakukan saat ini, daripada bicara hal muluk2 yang BELUM bisa direalisasikan terkait kemampuan dari berbagai segi.

 

@kangpardi: Betul Mas, saat ini, paling tidak angkutan umum nyaman saja sudah keren hehe. Sejak berada di Jakarta aku belum pernah loh bisa tidur di angkutan umum hihi :)

 

mungkin buat yg mo beli mobil diusahain jangan beli mobil keluaran baru,,beli aja mobil yg second n masi ok,,jadi ga nambah2in mobil2 yang berkeliaran di jalan.hehehe...:D

 

mungkin seperti itulah hasil dari kebijakan pemerintah yang hanya "setengah-setengah", menangani permasalahan hanya saat isunya lagi hangat. kalo ada isu yang baru, masalah lama ditinggalkan. yang penting "pencitraan",,,,,;d

 

@Anonymous MEskipun beli yang bekas tetep bakal nambahin mobil dijalankan yah?? hehehe

 

@Anonymous Kalau yang satu ini aku gak bisa komentar hehehe

 

aku jarang naik bus jemputan kantor, kecuali terpaksa, soalnya nebeng sama temen yang jalur pulangnya searah, hihihihihi. Keluar kantor jam 15.45, nyampe rumah jam 16.30-an :D

 

@devieriana Heh pulang jam 15.45, tenggo banget tuh :p
Kalau 'terpaksa' itu maksudnya lembur ya Mbak? wkwk :D

 

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)