-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Kompetensi EQ #EQforNation Bagian 4

Bahasan ini merupakan tulisan keempat hasil seminar EQforNation yang diselenggarakan oleh Deputi Seswapres Bidang Politik (Dewi Fortuna Anwar) tanggal 31 Mei 2011, dengan tema "Pentingnya Kecerdasan Emosi dalam Membangun Komunikasi yang Baik dan Efektif", dengan pembicara Anthony Dio Martin.

Ada empat kompetensi EQ, yaitu Self Awareness, Self Management, Social Awareness dan Relationship Management. Secara umum kita sudah tahu gambaran dan pengertian masing-masing keempat hal tersebut.

Yang perlu sedikit ditambahkan adalah didalamnya itu ada aspek komunikasi. Komunikasi ini bukan semata-mata empati, yang kadang-kadang mengharuskan kita mengalah, atau kadang-kadang pula membuat kita kalah, bukan. Tetapi sebuah komunikasi yang harus didasari oleh kerendahan hati sekaligus keberanian, agar hal tersebut tidak terjadi.

Ada lagi cara meningkatkan EQ atas aspek social/relationship, atau yang bukan berkaitan dengan diri sendiri, yaitu:

1. Peka terhadap UEN orang

Apakah UEN ini, UEN kepanjangan dari Unmet Emotional Needs. Jadi setiap orang pada dasarnya memiliki kebutuhan yang ingin diungkapkan kepada orang lain, kita harus peka dan memasang radar kepekaan terhadap hal tersebut.

Sebagai contoh, ada satu adegan dalam sebuah film "The Year of Living Dangerously", sebuah film buatan Australia yang menceritakan petualangan wartawan Australia di Jakarta untuk meliput situasi pada tahun 1965, sebelum sampai saat G30S/PKI. Syutingnya sendiri di Filipina karena tidak diijinkan oleh Pemerintah Indonesia. Film ini yang melambungkan nama Mel Gibson, bahkan pada tahun 1983 salah satu nominasi Academy Award berhasil direbut oleh film ini.

Kembali ke topik yah. Sang wartawan, Guy Hamilton, yang diperankan oleh Mel Gibson, pada saat pertama datang ke Jakarta tidak mengetahui kondisi dan situasi di Jakarta, sehingga oleh kontaknya diperkenalkan dengan Duta Besar Inggris. Adegan yang saya maksud di atas terjadi pada awal pertemuan mereka di kolam renang Hotel Hilton. Duta besar ini sangat ingin dihormati dan dijunjung. Pada saat memesan minuman, diapun dengan nada kasar protes karena ada es dalam minuman tersebut, sambil berkacak pinggang bahwa itu minuman ber-es tersebut minuman Amerika, dia lantang menyebutkan bahwa di Inggris tidak seperti itu walaupun nama minumannya sama.

Guy bisa memprediksi karakter orang tersebut. Sang Dubes kemudian menantang Guy untuk lomba renang, dia sesumbar apakah dia yang dari Australia bisa mengalahkannya. Pada saat lomba tersebut, sang dubes sudah melaju di depan, tapi itu tidak bertahan lama karena Guy bisa menyusulnya. Saat menjelang garis finis, Guy yang berada di depan melihat lawannya di belakang dan memperlambat laju renangnya padahal dia tinggal sebentar saja bisa menyelesaikan lomba itu dan menjadi pemenangnya. Tapi bukan itu yang dilakukannya, dia mengalah kepada sang Dubes, dengan selisih waktu finis sekitar 1 detik. Karena menang, sang Dubes kembali menyombongkan dirinya, tapi dia mengakui kalau Guy adalah lawan terberat yang pernah dilawannya karena mempunyai selisih waktu paling kecil.

Yah itulah poinnya. Guy tahu UEN dari Dubes ini, sehingga dia mengalah. Dari situ justru pertemanannya dengan Dubes semakin akrab, itulah kemudian yang memberikan keuntungan kepadanya, informasi-informasi yang tidak akan bisa didapatkannya dari orang lain berhasil didapatkannya dari sang Dubes.
Hal itu juga sesuai dengan sebuah inti quote dari Jenderal Sun Tzu, seperti sudah saya tulis di postingan saya sebelumnya di sini, tentang perbedaan cerdik dan pandai. Si Guy ini masuk kategori yang cerdik :)

2. Cari Cooling Button orang

Setiap orang memiliki sebuah tombol yang membuatnya tertarik jika kita sentuh. Apakah itu? Tombol ini diistilahkan dengan Jembatan Keledai FORMATS. Family, Occupation, Recreational, Main idea, Ambition, Things, Something Else.
Kalau dalam adegan film di atas, Guy Hamilton berhasil memencet tombol milik sang Dubes, yang hobi berenang dan berkompetisi serta selalu berambisi mengejar menjadi juara. 

Apa topik yang membuat Sahabat tertarik untuk membicarakannya? Bisa-bisa itu adalah cooling button milik Sahabat :)


Apakah sahabat bisa mempraktekkannya ke lingkungan sekitar kita? Mari sama-sama mencobanya :)

Sekian, semoga bermanfaat :)


2 komentar:

Uraiannya menarik, ngga. Trims udah sharing...

 

@mya: Sama-sama semoga bermanfaat yah hehe. Eh, mana nih oleh2 dari Aussie-nya? Kok ada cipratannya ke utara sini hehe

 

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)