-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Organisasi Kemasyarakatan

 15 Desember 2011

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti seminar bertemakan organisasi kemasyarakatan (ormas).  Berikut akan saya sampaikan kisi-kisi yang saya dapat dari seminar tersebut plus sedikit perpsektif pribadi saya :)

Ormas dalam lintasan sejarah 
Secara historis ormas sudah menunjukkan peran yang sangat signifikan dalam proses berdirinya NKRI. Boedi Oetomo misalnya, dapat dikatakan sebagai cikal bakal organisasi kemasyarakatan nasional yang berjuang untuk kemerdekaan. Ormas-ormas kala itu mempunyai tujuan memperkuat persatuan dan kesatuan dan menumbuhkan benih-benih nasionalisme, yang akhirnya digunakan sebagai sarana perjuangan kemerdekaan dan tonggak kebangkitan nasional.

Potensi Ormas 
Yang pertama, dalam konteks individu, komunikasi dan interaksi yang terjadi di internal ormas yang memiliki latar belakang yang beragam  adalah komunikasi dan interaksi antar individu lintas budaya, glongan, suku dan agama.
Yang kedua, dalam konteks organisasi, ormas merupakan alat komunikasi dan interaksi yang konstruktif antar kelompok masyarakat, sehingga ormas dapat menjadi garda terdepat dalam mencegah konflik antar kelompok masyarakat.

Permasalahan 
Saat ini ada banyak permasalahan terkait dengan adanya ormas, diantaranya adalah pertumbuhan ormas yang jumlahnya sangat besar; ormas suka mengatur tapi tidak suka untuk diatur; sudah banyak regulasi yang mengatur ormas (UU Ormas, UU Yayasan, UU Organisasi Sosial, UU kepemudaan, dll); sering terjadi konflik dualisme kepengurusan; tidak mandiri dari segi pembiayaan sehingga mudah dimanfaatkan; rendahnya akuntabilitas pengelolaan ormas termasuk dana-dana publik yang dikelolanya; SDM yang kurang profesional; kesalahan para pemikir/pemerhati/akademisi tentang ormas yang cenderung selalu mengadopsi referensi dari luar negeri sebagai acuan dalam mengelola ormas; sebagian cenderung bergeser dari fungsi aslinya sebagai volunteer/sukarela ke arah kekuasaan/politik ekonomi; dan kurangnya pemahaman wawasan kebangsaan sebagian pengurus ormas.

Penataan Ormas 
Indonesia sebenarnya sudah memiliki Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 yang mengatur tentang ormas, namun UU tersebut lahir pada masa ketika iklim politik belum berubah seperti saat ini, sehingga saat ini perlu dilakukan lagi penataan ormas.
Melihat keberadaan UU tersebut, saat ini ada dua pandangan, yang pertama adalah aliran yang menghendaki pencabutan dan yang kedua adalah aliran yang menghendaki perevisian.

Aliran yang menghendaki pencabutan mempunyai alasan:
1. Ormas adalah kreasi rezim Orba untuk mengontrol dinamika masyarakat, justru untuk pembedaan SARA dan mendapatkan dana secara rutin dari Pemerintah.
2. Pengaturan mengenai ormas dikembalikan saja kepada kerangka hukum yang sudah ada.
3. RUU Perkumpulan lebih relevan dalam mengatur soal ormas.
4. Rentetan kekerasan yg dilakukan ormas. KUHP sudah mengatur bagi pelaku yang turut serta memerintahkan tindak kejahatan, permusuhan, dan kebencian terhadap golongan tertentu secara terbuka di muka umum.

Aliran yang menghendaki perubahan/revisi:
Pemerintah
1. Tidak tegas mengatur pemberian sanksi
2. Proses pembubaran panjang dan berbelit (teguran, pertimbangan dari Mahkamah Agung)

Masyarakat
1. Adanya peluang intervensi dan represi internal partai
2. Ancaman bagi kebebasan beroragisasi
3. Pembubarab tidak mensyaratkan proses pengadilan
4. Tidak membedakan ormas dengan LSM 

RUU Ormas 
Pemerintah sendiri lebih kealiran yang pro perubahan UU. RUU sudah dibahas bersama DPR, Pemerintah (diwakili 5 Kementerian) sudah menyampaikan pandangannya. Pengaturan ormas tujuannya hanya satu, sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 J (2) UUD 1945.

Konteks RUU Ormas adalah mendudukkan ormas dalam ranah demokrasi  dengan menonjolkan pemberdayaan organisasi. Latar belakang yang dijadikan alasan penyempurnaan adalah:
1.UU 8 sudah tidak lagi sejalan dengan dinamika dan tuntutan pertumbuhan ormas yang kredibel (mandiri, modern, profesional)
2.Pengaruh perkembangan sosio-politik, yang memerlukan penyikapan secara proporsional untuk mewujudkan lingkungan yang sehat
3.Urgensi rasional tentang perlunya penggantian UU 8
4.Dalam kerangka reorganisasi, yang harus diimbangi dengan upaya perlindungan terhadap kepentingan publik.

Penyempurnaan tersebut tidak terlepas dari prinsip-prinsip:
1. Memperkuat jaminan hak dan berserikat serta berkumpul bagi warga negara
2. Mewujudkan keseimbangan relasi negara/masyarakat sesuai prinsip demokrasi
3. Mewujudkan ormas yang transparan dan akuntabel
4. Peran dan kedudukan pemerintah sebagai fasilitator.

Keberadaan ormas merupakan aktualisasi nyata pelaksanaan kebebasan berkumpul dan berserikat sebagai hak yang dijamin oleh konstitusi negara dan harus dikelola secara seimbang dengan kewajiban dalam berserikat dan berkumpul.

PERSEPKTIF PRIBADI

Biarlah ormas bebas berekspresi tanpa mengkotak-kotakkan, karena pada dasarnya ormas adalah bagian dari masyarakat, bukan representasi masyarakat, terlihat dari tidak adanya mekanisme pemilihan.

Untuk menjaga ketertiban sosial, seluruh ormas harus menyepakati nilai-nilai yang dianut dan dipercayai bersama untuk menjadi dasar ormas, yang menurut sebagian besar orang sudah ada dalam 5 Sila Pancasila.

Dalam kepentingan tertentu, Pemerintah boleh memberdayakan ormas, sebagaimana selama ini sudah dilakukan dan diatur khusus peraturannya, seperti dalam wadah PKK, KONI, Pramuka, dan lain-lain.

Apabila ada ormas yang tidak tertib, Pemerintah wajib menindak tegas, setiap pelanggaran harus diproses, apakah itu pelanggaran administrasi, perdata ataupun pidana. Untuk mempermudah, Pemerintah nantinya harus membuat bank data ormas nasional. 

Pemerintah juga jangan sampai inkonsisten, anomali, sehingga memunculkan ormas yang mengambil peran pemerintah sendiri. Jika diperlukan, pembubaran ormas harus diatur pembubarannya, termasuk pengajuan gugatan oleh masyarakat sendiri di pengadilan/MK.


Gambar dari google image

0 komentar:

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)