-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Pasir Berbisik

 25 Juni 2012


Aku ingin menemuimu di penghujung senja
Disaksikan mega indah melepas kepergian surya
Ditemani gemericik ombak membelai
Di pantai seperti ini

Terbayang rebah kepalamu di bahu
Setia lekatkan jari sepanjang senja
Buih gemuruh ombak menyaksikan
Dan pantai yang membisu

Semilir angin memanja
Dalam duduk aku termenung
Mengingat jejak kita yang terpatri
Hanyut ditelan bibir pantai

Semeriah buih-buih air
Sosokmu merasukiku
Seluasnya hamparan laut
Senyum indahmu hanyutkanku

Aku masih di sini
Hatiku berbisik
Merindumu di penantianku
Dan pasir menerjemahkan bisikanku


Hati kita akan menyatu
Nanti, disela kerinduan
Putaran bumi sebagai pengiringnya
Di titik cinta kita
Pantai Siloso, Sentosa.
Singapura

Inter Indonesia Tour 2012

Bagian satu.

Aku punya kepercayaan bahwa sesuatu yang kita inginkan, kemudian kita ingat-ingat, dibawa dalam doa, pasti didengar oleh Allah dan suatu saat akan dikabulkan.

12 Maret 2012. Hari itu adalah ulang tahunku. Malam hari aku membuat tweet,

"Aku harus naik haji ke Old Trafford dan Giuseppe Meazza!"

Doa itu sengaja kupanjatkan dengan sebuah harapan, aku suatu saat harus nonton pertandingan Inter Milan atau Manchester United secara langsung di stadion. Dan pergi ke Old Trafford atau Giuseppe Meazza adalah sebuah 'haji', atau sekedar 'umroh' jika melihat pertandingan dua tim ini di luar kedua stadion tersebut.


Bagian dua.

Postingan pertama blog ini pada Desember 2010 lalu adalah Hasil drawing 16 Besar Liga Champion. Tanpa disadari tahun itu menjadi tahun menggembirakan bagi saya, interisti, karena Inter Milan berhasil merebut treble, tiga gelar bergengsi. Hari bersejarah itu, 22 Mei 2010, Inter berhasil mengalahkan Bayern Munich di final Liga Champion. Jalan menuju juara juga sangat mengesankan, mengalahkan juara liga-liga besar Eropa. Pertama Chelsea di perdelapan final, kemudian CSKA Moscow di perempat final, dan Barcelona di semifinal. Yah, tahun itu adalah tahun hampa gelar untuk pesaing-pesaing Inter dari Itali. Kami menyebutnya Zero Tituli. Inter menjadi satu-satunya klub Itali yang berhasil merebut juara Serie A, Copa Itali dan Liga Champion dalam semusim.

Inilah video pertandingan tertanggal 5 Mei 2010 itu. Yang saya suka  dari video ini adalah komentatornya, ikon Inter, Roberto Scarpini. Saksikan kehebohannya!



Bagian tiga.

Tanggal 7 Oktober 2011 di Hotel Atlet Century. Saya waktu itu berangan-angan kapan ya Inter bisa bermain ke Indonesia dan bertanding di Gelora Bung Karno. Waktu itu aku secara kebetulan mengabadikan sebuah foto yang sedang pakai jersey Inter saat menginap. Harapanku juga sama, moga-moga bisa umroh kesini. Pernah punya kesempatan melakukannya, namun sangat disayangkan Manchester United batal ke Indonesia karena ada teror bom di Jakarta :(

Bagian empat.

Bagian terakhir. Postingan pertama di blog ini, doa tanggal 12 Maret 2012 dan foto di atas akhirnya menggerakkan Massimo Moratti untuk mengirimkan timnya ke Indonesia. Kebetulan itu adalah skenario Allah. Yah, doa saya dikabulkan! Saya diberikan kesempatan Umroh menonton Inter di GBK, Giuseppe Bung Karno. Semoga suatu saat nanti bisa Haji ke Giuseppe Meazza, amien.

  * * *

Malam menjelang pertandingan pertama, aku siapkan semua jersey dan syal. Kaos dan syal itu adalah pemberian sahabat yang mengambil master di Itali, Ullif Taftazani. Sepulang kantor, dengan jersey lengkap langsung menuju GBK.

Saya tidak salah pilih tempat. Di dalam stadion yang paling ramai adalah sektor utara (sektor 4) yang dipenuhi oleh teman-teman dan sektor selatan (sektor 17) yang dipenuhi teman-teman Jakarta Nerazzura.

Kedua sektor utara dan selatan ini penuh sesak oleh interisti. Curva Nord, pasti teman-teman terinspirasi dari Giuseppe Meazza.

Akhirnya bisa melihat secara langsung dengan kepala sendiri aksi-aksi Milito, Javier Zanetti, Maicon, Coutinho, Cambiasso, Pazzini, Samuel, Cordoba, pemain-pemain Primavera seperti Longo yang baru saja menjuarai Primavera Itali, dst. 

Berikut foto-foto yang kuabadikan dengan hp.

Untuk sedetik bersamamu

Jutaan jam berlalu.

Jutaan menit menunggu. 

Untuk sedetik bersamamu.



Kutunggu esok pagi.

Tak lama lagi.

Hanya sekelebat rotasi bumi..

 

Pantai Indrayanti, Jogja

17 Mei 2012



Kicauan di kereta

13 Juni 2012

Tak terasa sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Debu dan sarang laba-laba sudah memenuhi sudut-sudut blog.

Baiklah, saya akan menulis, tapi bingung mau nulis apa. Eh pas liat folder blog di kompie, ternyata punya beberapa bahan tulisan yang terhenti alias tak jadi nampang di blog. Salah satunya cerita di bawah ini. Tulisan prematur itu terakhir tercatat tersimpan pada tanggal 29 Februari 2012. Beberapa bulan yang lalu bukan? Judul draft itu adalah kereta dan Jogja. Berhubung isinya tentang obrolan dan tulisan di twitter, dengan ini kuputuskan untuk menggantinya jadi Kicauan di kereta.

Yah, pagi itu, pertengahan bulan februari ragaku sedang berlayar menuju Jogja. Ada tiga frase yang menempel didiriku: pagi yang mendung, Argo Dwipangga dan Perahu Kertas. 

Dengan kalimat yang singkat, ketiganya bisa diartikan bahwa keberangkatanku ke Jogja pagi itu naik Kereta Argo Dwipangga dan ditemani sebuah novel lama karya Dee Lestari, Perahu Kertas. Kenapa ke Jogja tidak naik Taksaka yang menjadi ikon kereta Jogja? Bagi saya, kereta yang namanya tertera kata Argo lebih nyaman, tempat duduk dan suspensinya. hanya satu kereta yang tidak menyandang nama itu namun suspensinya tiada bandingan, dialah Bima. Konon katanya kereta kuno itu adalah kereta eksekutif pertama yang diimpor langsung dari Jerman. Wow! Untuk yang satu ini saya sudah membuktikannya.

Selama perjalanan, aku juga iseng menangkap beberapa foto saat di kereta.

Yang pertama adalah kaca laba-laba. Bisa ditemukan di kereta api-kereta api terdekat, hipotesa ini bisa dibuktikan loh hehe. Siapapun Anda yang pernah naik moda transportasi ini, pasti pernah melihat kaca jendela kereta yang retak seperti ini. Saya tidak dalam kompetensi untuk menganalisa kenapa bisa seperti itu dan apa penyebabnya, atau kenapa juga PT. KAI membiarkan atau tidak memperbaikinya sesegera mungkin. Coba tanya pada rumput yang bergoyang.


Ini foto iseng selanjutnya: Perahu Kertas 100% Indonesia :) @deelestari http://lockerz.com/s/186016017. 

"Terima kasih untuk sebuah teman perjalananku kali ini, Mbak." Tidak beberapa lama, sebuah tweet manis datang darinya: "@deelestari: @hanggaady Enjoy! :)"

 

Aku salah satu pengagum penulis yang satu ini. Ceritanya enak, mengalir dan sarat makna. Beberapa waktu lalu juga sempet nulis ekspresi kecintaanku kepadanya, bisa lihat di sini.


"Akua! Mijon!" Tahu!" "Nasi anget!", para penjual berteriak-teriak saling bersahutan di pintu kereta. Sambil menyelami perahu kertas, tak terasa sudah sampai di daerah yang dulu jadi tempat tinggal Sunan Kalijaga ini. Cirebon. Aku juga pernah beberapa hari menyelami kota ini juga, ada tiga cerita yang aku bawa, Makrifat Sunan Kalijaga, Sepenggal Cerita di Cirebon, dan Perjalanan 'unik' ke Masjid Agung Kasepuhan Cirebon.

Aku lupa tepatnya sampai mana saat menamatkan novel ini. yang kuingat hanya beberapa tweet dan tanggapannya dari sahabat, baik yang serius ataupun yang absurb.

Ini contoh yang serius ya. "Naik kereta itu mengasah rasa humanisme kita sembari menikmati keajaiban antropologis dan geografis!" @bluey_day. Sayangnya saya sangat sepakat dengan hal itu :)

Contoh yang absurb: "Buang air kecil di kereta itu dilema, setidakny buat cowok. Dibutuhkan kuda-kuda kuat tuk mewaspadai goyangan, dan insting agar jarak tembak pas."
Hahaha tweet barusan absurb dan ngaco yah. Eh tapi beneran begitu kondisinya, bagi yang berhasil dia bisa secara resmi ditasbihkan sebagai 'dewasa' hahaha. 

Dan salah satu hukum alam bagi manusia adalah merasakan lapar. Saat itu perutku juga merasakannya. Perjalanan jarak jauh menggunakan kereta selalu melewati jadwal dan waktu makan. "Dan kemana ini mas-mas yang sedari tadi seliweran kok tiba-tiba menghilang, sayakan mau pesen bistik jawa." Hukum lainnya berlaku, "Sesuatu yang saat tidak kita cari selalu ada di hadapan mata, tapi suatu ketika saat kita mencarinya dia tidak ada."

Yah, saya adalah penggemar makanan kereta. Selain nasi goreng dan bistik yang menurutku rasanya khas, ada mie rebus telur panas yang rasanya lazis, mangalahkan mie rebus telur di warung-warung burjo Jogja, ditambah nikmatnya goyangan gerbong kereta yang berjalan.
Saya tidak pernah membeli makanan saat akan naik kereta untuk kemudian dimakan di atas kereta. Paling minuman aja. Kalo minuman ini minimal beli 3 botol. Akibat fatalnya adalah jadi bolak-balik jadi 'sniper' sepanjang perjalanan karena kebanyakan minum. Bayangkan, sebelum setengah perjalanan aja 2 botol udah abis duluan, 500ml youc1000 dan 600ml aqua. Semakin terlatih saja diriku menjadi sniper :)

Di pemberhentian sebuah stasiun ketemu gerbong kereta makan Argo Lawu. Kalo gerbong lainnya biasa aja, gerbong  ini spesial karena bermotif batik.
Di setiap perjalanan kereta juga selalu ketemu terowongan. Aku menyukai terowongan karena kesan misterius dan gelap, sayangnya dia kadang datang diwaktu yang tidak tepat, saat ku membaca.

Kereta juga bisa memberikan inspirasi. Dari dulu aku punya keinginan untuk membuat perpustakaan atau tempat baca buku dengan jendela kaca yang sangat besar, agar bisa melihat pemandangan luar. Syukur-syukur kalo bisa lihat sawah menghampar atau kebun yang serba hijau. Doakan ya :)