-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Sebuah catatan: Sedekah

Jamu 4 in 1
Jamu itu adalah jamu jamu tolak bala; jamu galian rezeki; jamu enteng jodoh; jamu sehat perkasa. Nama jamu itu tidak asing dari kehidupan kita sehari-hari, namanya adalah sedekah. Entah itu bentuknya derma, donasi, sumbangan ataupun pemberian.
Dalam Qs 2:61, perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan Allah melipatgandakan (balasan) bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya.

Sebutir biji menjadi 700 biji itu menurut Cak Nun adalah potensialitas rejeki dan kebahagiaan hidup yang bermacam-macam bentuknya, yang datangnya tidak kita duga-duga dan lolos dari hitungan managemen kita.

Itulah janji Allah. Apabila manusia yang berjanji, hendaklah mengucapkan insyaallah, karena ada kemungkinan tidak bisa melaksanakan janji itu. Berbeda dengan Allah, semua janji-Nya adalah sesuatu yang pasti, nggak pake insyaallah.

Dalam kitab suci kita dianjurkan bersedekah sebagian harta. Berapa % nilai sebagian itu? 2,5% kah? Jawab dulu pertanyaan tersebut baru baca ilustrasi berikut.
Kita memberikan uang 100rb kepada keponakan sambil berpesan, "Sebagian kasih adikmu ya". Kira-kira berapa yang akan diberikannya kepada si adik, 2,5% alias 2.500? Jelas tidak mungkinkan. Kemungkinan 20.000 sampai 40.000. Jadi sebagian itu berapa persen? 20% sampai 40%, minimal 10% lah. Jangan kalah sama anak kecil yah hehe. Insyaallah.

Yang 2,5% itu zakat harta, hanya untuk menjaga harta bukan meningkatkan harta. Sedekahlah yang mampu meningkatkan harta. Sebiji menjadi 700 biji, itulah janji Allah.
Sedekah itu amalan paling praktis sedunia. Umroh bisa berhari-hari, puasa sunah seharian, sholat sunah mungkin seperempat jam, membaca kitab suci mungkin minimal seperempat jam. Kalau sedekah? Mungkin cuma 5 detik saja.

Dari segi keutamaan juga sedekah juga membeli pahala amalan-amalan yang lain. Ingin dapat pahala umroh, biayai umroh orang lain. Ingin dapat pahala puasa, siapkan bukaan untuk orang puasa. Hampir semua amalan bisa dibeli dengan sedekah.

Mohon doanya, insyaallah 'Bulan Ramadhan 5 tahun' lagi bisa meng-umroh-kan orang tua.
Ilustrasi di atas adalah intisari setelah ku membaca buku 7 Keajaiban Rezeki dan Percepatan Rezeki karya Ippho Santosa. Dalam percepatan rezeki hanya diingatkan bahwa kita harus mendahulukan syukur sebelum meminta, sholat Taubat sebelum sholat Hajat. Juga melakukan sholat Dhuha minimal 6 rakaat serta sholat Tahajud.
Dari lubuk hati terdalam, ku sangat merekomendasikan semua agar membaca atau meminjam buku-buku itu.
Berikut saya tambahkan bonus sebuah cerita inspiratif yang berjudul 'Kekuatan Memberi', silahkan klik di sini.

Semua perbuatan baik akan saling membanggakan di akhirat, lalu sedekah akan berkata, "Akulah yang paling utama diantara kalian semua"

Umar bin Khattab, R.A. 


Jakarta. 21.11.2012

Kuliner di Mataram

Jakarta. 20 November 2012.

Pulau Lombok. Pulau Cabe.

Lombok dalam Bahasa Jawa artinya cabe. Jadi tidak salah dengan menyebut pulau ini pulau cabe. Saya tidak mengetahui asal-usul penamaan Lombok. Mungkin dulu daerah ini penghasil utama lombok, mungkin. Tapi yang jelas masakan khas sini rasanya pedas banget.

Sebut saja plecingan. Saya pernah mencicipi ayam goreng plecingan dan plecing kangkung di depan hotel tempat nginap. Huah! Pedesnya minta ampun. Aku sampai mengumpat, “Dasar Pulau Lombok!”. Kata si Mbak cantik yang punya resto, cabe disini berbeda dengan di pulau Jawa. “Emang pernah ngerasain cabe jawa Mbak?”, “Saya kan dari Purworejo Mas” Hahaha. Kalau mau sensasi yang lebih pedas, aku malah disuruh nyobain beberuk, katanya sih pedesnya melebihi plecingan ini. Ogah ah, yang ini aja bikin perut mules. Tips dari si Mbak kalo mau yang gak pedes jangan pesen yang plecingan, karena plecingan disini itu kata halus untuk meminta makanan yang pedes.

Sesampainya di hotel langsung ke cafe di pantai Senggigi, menyantap Coconut Cake plus Fruits yang disediakan hotel. Lumayan mengurangi pedes di mulut. Tak jauh dari situ,  wisatawan manca menyantap sinar matahari di pantai.

Senggigi Beach Hotel
Eh sebagai informasi, bagi yang pergi ke Lombok dan menggunakan Garuda Indonesia, kalau nginap di hotel ini dan menunjukkan boarding pass bisa dapat potongan harga, semalam hanya Rp.550rb saja.

Keesokan harinya bisa menikmati Ayam Taliwang di Puri Mas Resort and Spa, dapat jamuan dari pemiliknya langsung. Sebelumnya ku diajak berkeliling ke seluruh wilayah hotel dan diberi tahu seluruh ruangan dan koleksinya. Satu kata deh untuk hotel ini, fantastik! Coba cek di websitenya di sini.

Kuliner yang belum sempet kucobain adalah tahu goreng dan kelapa muda gula merah yang katanya juga terkenal disini. Semoga bisa kembali berkunjung di Kota Seribu MAsjid ini kembali.

***
Sate Bulayak. 

Kalau ayam taliwang dan plecing kangkung mungkin sudah bisa ditemuin di berbagai daerah. Ada satu lagi makanann khas yang hanya ku temui disini. Namanya sate bulayak, sekali lagi hanya ada di Mataram hehe.

Banyak yang jualan sate bulayak di pinggir-pinggir jalan. Salah satu tempat yang ramai dikunjungi di malam hari adalah Taman Adipura Ampenan. Jangan bayangin taman ini ramai seperti di kota-kota besar di jawa, disini sepi dan gelap alias remang-remang. Yah, aku punya kesempatan menikmati lezatnya sate ini disini.

Bagi yang mau berkunjung bisa menelusuri pake GPS, nih foursquare Taman Adipura Ampenan http://4sq.com/S6ibNe.

Sate Bulayak ini makanan yang unik. Uniknya dimana? Satenya ada berbagai macam, kita bebas untuk milih, ada sate sapi, sate ayam dan sate ati. Kesemuanya ditusuk dalam potongan kecil. Tapi janga kecewa dulu meskipun tusukannya kecil tapi dalam seporsi isi satenya ada 16 hehe. Semua sate ditusuk dengan bambu. Kalo di Jakarta sate kambing ajakan yang pake tusuk bambu.

Bulayak. Apaan tuh? Ini yang khas. Bulayak adalah sejenis lontong, dibungkus dalam ukuran kecil mungil memanjang dan sepertinya dibungkus pake janur atau aren, dengan lilitan berbentuk spiral. Kalo membuka harus dengan gerakan memutar, persis sama seperti 'lepet' kalo di Jawa Timur.
 
Jumlah bulayak dalam seporsi ada 5, tapi abis juga, mungkin karena nganggap kecil jadi lap leb aja.


Sate bulayak disajikan dengan bumbu yang rasanya mirip rendang sekaligus opor, uenak puol. Tinggal cocol-cocol aja ke bumbunya. Katanya sih bumbunya terbuat dari kacang tanah tumbuk yang direbus sama santan. Mungkin itu ya yang menimbulkan aroma rendang sekaligus opor. Plus disediain kecap juga kalo mau menambah rasa manis.

Jadi seporsi sate bulayak disajikan dalam 2 piring, sate dan bulayak. Bulayaknya masih dalam posisi terbungkus, kalo makan harus nglupas sendiri gitu dengan gerakan memutar, dan tanpa sendok. Tapi bisa request sih sendoknya hehe.
 
Ada menu tambahan yang makin bikin sate ini semakin nikmat, yaitu kerupuk singkong. Saya sendiri habis dua bungkus. Sate bulayak bisa lebih nikmat agi karena dimakan di tengah Taman Adipura Ampenan, lesehan di tikar.

Kesimpulannya, saat makan sate ini dibutuhkan kesabaran tinggi karena harus ngelupas sendiri 5 bulayak plus menyantap 16 sate potongan kecil. Harga sate bulayak seporsi hanya sekitar 15 ribu saja, dan kerupuk 500 perak saja.

Ehm, sungguh pengalaman kuliner unik yang harus diulang dan dicoba jika mampir ke Mataram.

Foto koleksi pribadi.