-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

Bukan Birokrasi Cendol

 Jakarta, 18 Januari 2013

Top Down

Birokrasi kita ini sudah ketinggalan jaman, masih pake sistem birokrasi warisan penjajah. Birokrasi masih digunakan sebagai alat kekuasaan. Mental pegawai adalah sebagai pengabdi kepada negara, bahkan tak malu-malu memakai nama abdi negara. Padahal negara itu kan jelas mengacu kepada kekuasaan, ya jadi melayani kekuasaan, bukan melayani masyarakat.

Weber menyebutnya birokrasi rasional, selalu top down. Birokrasi itu sudah usang, sudah ditinggalkan dan tidak digunakan lagi di negara maju, yang pertama menggunakannya, karena dibentuk untuk mengakali situasi politik dan manajemen di era perang dunia. Salah satu ciri model ini adalah penggunaan mesin tradisional, dulu diawali dengan mesin ketik.

Jelas jika dibandingkan dengan era sekarang yang menggunakan teknologi canggih ya nggak nyambung. Kita akan semakin ketinggalan kalau tidak segera menggantinya. Semua undangan masih menggunakan surat menyurat tradisional, tidak menggunakan kepraktisan email, fax atau sms. Bahkan institusi pembina kepegawaian kita maupun pembuat peraturan perundangan tidak belajar demokrasi modern.

Tidak ada pemberdayaan masyarakat

Ciri lain yang keliatan jelas adalah tidak ditandai pengikutsertaan dan pemberdayaan masyarakat, individu atau kelompok, untuk berpartisipasi. Sebagai contoh, di Australia ada lembaga payung yang mengkoordinasikan kelompok masyarakat (LSM) di masing-masing bidang untuk memberikan masukan kepada Pemerintah, bahkan Pemerintah menyisihkan sebagian wewenangnya dan bahkan lagi wewenang Pemerintah diserahkan kepada mereka. Tentunya ada mekanisme reward dan punishment untuk mereka, minimal membuat program sertifikasi.

LSM-LSM ini bisa maju dan akhirnya sadar bahwa sangat susah mengurusi organisasi negara ini. Bandingkan dengan LSM di negara ini, peraturan yang merupakan hulunya saja belum ada.

Ketidakadilan distribusi

Ada sebuah ketidakpercayaan kepada pemerintah yang sudah menjadi sistem di masyarakat. Sebagai contoh, di tiap rumah di Indonesia ini mayoritas ada tandon penampung air, padahal di negara lain tidak ada. Itu dikarenakan adanya ketidakpercayaan, redistribusi air tidak pasti. Hal ini disebabkan oleh distribusi kekayaan nasional yang tidak jelas atau tidak ada keadilan disana.

Sementara di negara maju ada sistem yang jelas. Negara dan warga negara punya hak dan kewajiban. Rakyat wajib membayar pajak, mentaati hukum dan menaati negara. Jika ketiga hal tersebut dilakukan maka rakyat mendapatkan hak perlindungan dari negara, baik sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan. Perlindungan tersebut dalam bentuk jaring pengaman sosial yang terintegrasi.

Semua sektor adalah sektor formal, tidak ada sektor informal, negara mewajibkan warga negara memiliki sertifikasi untuk ikut dalam setiap sektor formal. Apabila mereka menganggur diberikan subsidi, dan apabila pendapatan mereka dalam setahun kurang dari nilai tertentu, pajak mereka akan dikembalikan. Jadi ada kepedulian kepada warganya, ada keadilan distribusi. Ini menyebabkan warga peduli terhadap konsistensi negara dan sekaligus eksistensi dirinya sendiri. Sebaliknya jika mereka tercatat pernah sekali saja tidak menaati hukum, maka hak perlindungan dari negara akan berkurang atau bahkan hilang. Sementara di sini orang takut untuk membayar pajak karena tidak jelas hak yang akan mereka dapatkan setelah membayar pajak.

Akuntabilitas

Ini yang paling parah. Akuntabilitas disini sangat buruk, yang mudah justru dipersulit sehingga menjadi berbiaya besar. Akuntabilitas buruk karena menekankan hanya pada legal formal, yang substansi justru terlupakan.
Rasanya pantas judul tulisan ini Bukan Birokrasi Cendol. Kalo diibaratkan, saat Pemerintah mau membeli cendol kemudian pelaksana melakukannya, yang kemudian akan ditanyakan bukan ada tidaknya cendol dan kualitasnya gimana tetapi justru struk pembeliannya.

Kapan ya kira-kira bisa punya Birokrasi Cendol?


Gambar dari Google Image

0 komentar:

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)