-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

1 2 3 4 5 4 3 2 1

Jakarta, 20 Maret 2013


Kamu senang liat aku yang liat senyummu

Aku senang liat kamu yang liat senyumku, kamu ikut senyum
Aku senyum lagi, kamu juga. Lagi

Satu sapaku berbalas satu senyummu
Disela kerinduan dan suara denting detik jam, empat mata kita bertemu
Tawa hadir tanpa adanya ribuan aksara

Langkahku adalah kamu, pilihan terakhirku
Langkahku berjejak, jejak berkeringat
Ada sebuah tujuan di setiap jejak langkah
Tujuan sekaligus perjuangan untukmu

Ku akan tunggu esok pagi
Terbang melayang, mengabarkan rasa
Malam hanya sebuah persinggahan
Sebelum datang kehangatan fajar dan kilauan paras ayumu
Mencipta berjuta rona cahaya cinta

Bumi berputar iringi kerinduanku
Katamu sedetik rotasi
Kataku setahun revolusi
Beitulah cintaku akan selalu hidup

Terbayang rebah kepalamu
Dan lekatan jarimu disela jariku
Dan ucapkan bunyi lirih dari hati

Aku sebelumnya hanya aku
Menjadi kita berkat ada kamu disisi

Rinduku adalah nafas, tak terhentikan

* * *
 
Untukmu,

Selamat ulang tahun, Sayang

Jadi tukang pijat

Jakarta, 18 Maret 2013

Beneran nih diriku jadi tukang pijat. Nggak tau sejak kapan tepatnya. Pijat disini dalam artian gak sekedar mijat biasa tapi pijat lengkap seluruh badan, dari kaki, tangan, dan badan. Dari dulu suka mijat, tapi palingan cuma punggung aja. Kalo yang jenis pertama si ayang yang sering menikmatinya hehe.

Nah kalo yang pijat profesional ini yang menikmati adalah putriku tersayang, .

Dulu waktu masih bayi banget, dia sebenarnya sering dipijat sama tukang urut bayi. Kebetulan tau tukang pijat bayi yang katanya bagus, bisa ngobatin keseleo-keseleo gitu, padahal masih muda loh dia. Pernah si cantik keseleo dan dipanggilin dia. Si cantik gak suka beneran dipijat, dia selalu nangis gitu. 

Oh iya, kalo sekarang si cantik setiap hari kupijatin. Dia sudah suka dipijat. Bahkan kalau mamanya pijat dan lulur ke si mbak tukang urut yang dulu ditakutinya, si cantik juga mau dipijat sama dia. Sementara aku belajar urut si cantik dari liatin si mbak hehe.

Jadwal pijatnya adalah setiap malam setelah si cantik di washlap sebelum tidur. Emang dari bayi kalau mau tidur dia di washlap dulu, sekalian ganti baju tidur dan sikat gigi.

Untuk sesi washlap ini aku kebagian sesi nyikatin gigi, wuah, susah bener deh sekarang nyikatin si cantik, dia maunya megang dan sikatan sendiri gitu, trus pasta giginya minta dua jenis, yang merah rasa strawbery dan yang kuning rasa jeruk. Kalau satu nggak mau, harus dua, itupun pas ngasih pasta gigi dia harus liat. Mamanya menyerah kalau urusan ini, makanya sekarang mamanya nggendong sementara aku yang nyikatin.

Yang lucu seabis washlap ini, pas sesi pijat. Begitu dia selesai dihandukin, dia langsung lari ke kamar sambil teriak-teriak, "Papa pijat Papa" "Papa urut Papa" hahaha. Kemudian dia ambil batal kecilnya, kalau pas perlak dan kain alas serta minyak telon ada dijangkauannya, diambil sekalian kemudian ditata di kasur. Begitu semua udah siap, dia tengkurep di atasnya haha.

Biasanya kumulai dari punggung, terus ke kaki, sedikit lama di bagian betis dan telapak, abis itu dia balik, gantian pijat tangan dan terakhir perut. Kalau perut gak berani macem-macem, paling urut narik dari samping kanan kiri ke depan bawah. Di setiap bagian dia selalu komentar, "Ini apa Papa, telapak?" "Telapak siapa Papa" "Yang kanan Papa" "Gantian perut Papa" dst, cerewet banget deh pokoknya :)

Begitulah, sekarang setiap malam saya menjadi tukang pijat. Pelanggan tetapnya cuma satu, tapi kadang-kadang ada juga pelanggan lain yang minta juga :)


Wisata Bromo

Jakarta, 11 Maret 2013
Bulan Januari lalu dapat promo tiket pesawat super murah Jakarta - Surabaya PP dari Tiger Airways (Mandala) setelah dapat info dari temen kantor. Bayangin PP Jakarta Surabaya hanya 60.200 IDR. Yah itu beneran, gak salah tulis kok. Setelah berpikir dan hitung-hitungan, akhirnya memilih berangkat tanggal 23 Januari dan pulang tanggal 26 Januari dari Surabaya. Tujuannya cuma satu, mudik untuk minta doa restu orang tua sebelum menghadapi tes IELTS dan Joint Selection Team/JST Beasiswa ADS.
 
Rumah memang di Malang, tapi tiket itu cukup membantu karena Surabaya Malang hanya selemparan batu doang hehe. Akses transportasi juga gampang banget. Sampai Juanda jam setengah 6 pagi kemudian sarapan rawon di sana, karena pagi belum sarapan, terlalu pagi perut menolak untuk dimasuki makanan. Bayangkan, pesawat berangkat jam 4.15 pagi. Naik Damri ke Terminal Bungurasih (15rb), dilanjut bis Patas AC ke Terminal Arjosari Malang (20rb). Total biaya berangkat cuma 65.100, padahal biaya taksi dari rumah ke Bandara Soeta total kira-kira 150rb an :) 
 
Beberapa waktu lalu sudah mudik, dan mudik ini terlalu lama kalau hanya di rumah aja. Akhirnya kuputuskan untuk pergi plesir ke suatu tempat sekaligus mengajak semua anggota keluarga, jalan-jalanlah nyenengin ortu. Adek yang di Jakarta juga siap mudik juga.
... dan BROMO lah menjadi pilihan.
Dulu sewaktu masih sekolah pernah dua kali ke sana, tapi sama sekali lupa disana ngapain aja, cuma inget foto di atas kawah aja hehe. Oh iya, perjalanan ini kita sewa kendaraan pribadi dari rumah dan gak pake tour wisata sama sekali. Karena itulah banyak informasi penting yang mau ku sampaikan khususnya buat yang mau ke Bromo bawa kendaraan pribadi. Kalau pake tour sih gampang dan sebenarnya bisa lebih murah. Contohnya, dari jalur Tumpang Malang ke Bromo paket cuma 250rb aja, lengkap dapat penginapan dan jeep. Tapi karena pulang mau ke Surabaya, nagntar adek kedua dan aku ke Juanda, maka pilihan sewa jadi yang terbaik. Nanti ku share juga biaya-biayanya. 
 
AKSES/RUTE KE BROMO
Ada tiga akses utama atau rute menuju Bromo yang melewati tiga kabupaten.

I.
Pertama lewat Kabupaten Malang, dikenal sebagai jalur Ngadas (Poncokusumo), Barat Daya Bromo. Sebenarnya kalau dari rumah jalur ini yang terdekat, tapi karena mulai bulan Desember 2012 ada peraturan yang melarang kendaraan pribadi masuk lautan pasir di Kawasan Wisata Bromo dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, maka terpaksa melewati jalur lain. Kalau perjalanan pribadi diteruskan akan ada pos di Puncak Ngadas yang dengan tega akan menghadang kendaraan pribadi yang mau lewat.
Padahal jalur ke Bromo via Malang inilah yang terindah dan menawarkan banyak wisata pendukung lain selain kawasan Bromo. Pertama akses jalan yang mendaki dan membelah gunung, awalnya melewati perkebunan apel Malang, kemudian jalanan mendaki gunung yang dipenuhi tumbuhan pinus, apalagi kalau perjalanan sore hari, kabut tebal berwarna biru seakan-akan berada di sekitaran rumah Keluarga Cullen. Di kawasan (yang hanya ada satu jalan) di pegunungan inilah ada tawaran beberapa wisata lain seperti rafting, Coban Pelangi dan Coban Trisula.
 
II
Jalur kedua lewat Kabupaten Probolinggo, dikenal dengan jalur Ngadisari (Sukapura) atau Cemoro Lawang, Utara Bromo. Ini adalah desa terdekat ke Bromo dan memang letak Kawasan Bromo ada di desa ini. Jalur ini biasanya digunakan bagi mereka yang berangkat dari Surabaya (Juanda). Beberapa waktu sebelumnya teman-teman dari Jakarta juga ada yang rombongan tapi memakai tour wisata dan dilewatkan jalur ini. Hotel yang lumayan bagus dan direkomendasiin adalah Yoschi. 
III
Jalur ketiga lewat Kabupaten Pasuruan, dikenal dengan jalur Wonokitri (Tosari), di Barat Laut Bromo. Jalur inilah yang kugunakan, dengan pertimbangan berangkat dekat dengan Malang dan pulang dekat dengan Surabaya.
Jam perjalanan sore hari membuat kami sampai Wonokitri malam hari. Ada pos penjagaan pertama, tapi kami lewati karena mau mencari penginapan dekat pos penjagaan di atas. Di deket palang atas juga tersedia lapangan parkir yang sangat luas. Di dekat pakiran luas ini juga ada Bromo Surya Indah Homestay. Sayang pas kami datang sudah penuh karena sudah dipake rombongan bis besar.
Di sekiratan area parkir ini banyak banget yang nawarin sewa rumah atau jeep. Aku gak langsung meladeni mereka, karena ramai dan mengelilingi kami. Setelah agak sepian baru kedekati salah satu dari mereka. Benar saja banyak yang ditawarin, mau minta kamar yang berapa tinggal sebut. Aku sewa homestay/rumah dengan tiga kamar tidur dan letaknya tidak terlalu jauh dari situ. Home staynya bagus, bersih dan nyaman. Satu pesan dari si mas sebelum kami istirahat, besok kami akan dibangunin jam setengah 3-an, untuk mengejar sunrise. 
Akhirnya homestay deal di harga 300rb. Untuk sewa jeep mulai harga 400-600, tergantung berapa lokasi yang mau dikunjungi. Aku memilih paket lengkap. Semuanya sudah deal.
* * *
Pagi-pagi buta harus bangun dan gak berani mandi. Nyentuh air dinginnya minta ampun, jadi ya cuci muka aja hehe.

Sebelum berangkat aku sudah pesen ke adek-adek agak membawa pakaian yang cerah dan berwarna, tentu saja untuk mengakomodasi kenarsisan kami, biar tambah cakep hahaha.

Setelah melewati pos penjagaan, ada penarikan tiket, sebenarnya harga tiket lokal hanya 6rb saja, tapi kami berlima dan kukasih saja 50rb ke Abang Jeep. Jeep punya si Abang ini bagus banget, dia punya dua jeep yang disewain, satunya dia bawa sendiri, jeep berlambung 127 ini. Jeep disini itu punya komunitas gitu, jadi setiap jeep ada nomor lambungnya. Ini juga memudahkan untuk pencarian, karena begitu turun seabis liat sun rise atau turun dari kawah Bromo, pasti bingung meliat ratusan jeep yang terparkir. Ini juga penting, apabila kalian mau sewa jeep, baik lewat agen tour ataupun nyari sendiri, tanyain dulu ada nomor lambungnya enggak, kalau enggak ada sebaiknya jangan. Soalnya waktu kami turun seabis liat sunrise, ada banyak yang kebingungan mencari jeepnya, susahkan ngapalin muka sopirnya, iya kalau dia nggak sembunyi hehe.
Ini yang nyopir saya ya :)

Pagi dini hari itu, jeep meluncur ke Penanjakan I, melewati pos pembayaran. Benar saja, begitu mendekati Penanjakan I, ternyata sudah ada jeep yang berangkat lebih pagi, jadi parkir di kanan kiri jalan. Semakin siang datang akan dapat tempat parkir di bawah. Bagi yang dapat tempat parkir di bawah, ada jasa ojek yang siap digunakan.

Berikut ulasan lengkap tempat yang kami kunjungi:

1. PENANJAKAN I
Tujuannya liat sunrise. Penanjakan I adalah puncak tertinggi di sekitaran Bromo. Kalau lewat jalur Malang dan Probolinggo, liat sunrise dari Penanjakan II.
Memasuki wilayah Penanjakan I, banyak sekali wisatawan sudah menunggu, ada yang lagi sarapan (mie rebus, pop mie, jagung bakar/rebus, atau menghangatkan diri dengan minum minuman hangat dari bandrek, teh dan kopi). Kami tidak mau ketinggalan mencari kehangatan, sambil belanja berbagai macam pernak-pernik seperti kaos, slayer, topi hangat.

Seabis menikmati sunrise, kira-kira jam setengah 6, kami langsung menuju ke kawasan Bromo. Di tengah perjalanan sempat berfoto di sebuah bukit, cuma lupa nama bukitnya. Mulai dari sini kami melepas jaket, topi dan semua pernak-pernik kehangatan, memang dingin sih, tapi dingin disini dingin yang menyegarkan dan tidak menusuk kulit.
 
 
Seabis itu, memasuki wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, jalanan turun bukit dan berkelok, si Abang Jeep sebelum turun berhenti sebentar, kutebak mengaktifkan 4WD, dan ternyata tebakanku tepat.
2. BUKIT TELETUBBIES dan SAVANA 
Disebut Bukit Teletubbies karena bentuk bukit dan gunung kecilnya sama persis dengan gunung yang dijadiin rumah personil Teletubbies. Savana letaknya berdekatan dan satu tempat parkir di daerah sini. Bagi yang hobi foto pasti bisa terpuaskan di sini. Dan kamipun tak mau ketinggalan untuk melakukannya.


3. BATU SINGA
Sebuah batu di tengah-tengah padang pasir yang kalau diliat dari samping mirip banget sama kepala singa. 
4. PASIR BERBISIK
Sebenarnya padang pasir biasa saja, cuma karena pernah dijadiin syuting film Pasir Berbisik makanya dinamain demikian. Disini biasanya anginnya kenceng banget, hati-hati bagi yang bawa kamera, lindungi dari pasir dan debu yang beterbangan kalau nggak mau rusak. Kalau pas beruntung sih gak ada angin, seperti saataku kesini.

5. KAWAH BROMO

Mendaki gunung Bromo, tapi jangan kuatir, sudah ada tangga kok untuk menuju ke atas. Tapi bagi yang ekstrim bisa lewat sisi lain gunung dan naik lewat bukit pasir. Kebetulan pas kami naik, ada segerombolan anak pecinta alam yang naik tanpa melewati tangga.
Akses ke anak tangga dari tempat parkir cukup jauh, tapi ada sewa kuda sih, 100rb PP, bagi yang malas jalan ke bawah gunung. Di bawah gunung sekitaran sini juga ada Pura. Waktu di sini, ayah ngasih tantangan ke kita, berani nggak naik turun jalan kaki? Hahaha kami iyain, jadinya tidak ada satupun dari kami yang menyewa kuda, semuanya jalan kaki.
Antara jam 11-12an semua tempat wisata sudah kami kunjungi. Mendaki Kawah Bromo juga yang paling terakhir agar sewaktu turun dan dalam kondisi capek bisa langsung ke penginapan, mandi dan istirahat. Meskipun mentari tepat di atas kepala, air di sini tetep dingin. Seperti mengguyur badan sama air es. Brr brrr.  


Gambar: koleksi pribadi.

Pembayaran Manfaat Pensiun sekaligus Tidak Berlaku untuk PNS

Jakarta, 4 Maret 2013

PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN SEKALIGUS TIDAK BERLAKU UNTUK PNS

Beberapa waktu lalu media-media ramai memberitakan adanya pembayaran pensiun PNS secara sekaligus dengan nominal mulai dari nominal 500 juta sampai 1,5 Milyar. Wow!

Tidak salah sih memang pembuat berita tersebut, karena tidak ada satupun pejabat Kementerian Keuangan yang mengklarifikasi permasalahan tersebut sampai akhirnya menyebar kemana-kemana. Padahal menterinya dibawa-bawa hehe.

Berita tersebut pada awalnya didasari keluarnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.010/2012 tentang Perubahan Ketiga Keputusan Menteri Keuangan Nomor 343/KMK.017/1998 tentang Iuran dan Manfaat Pensiun, yang bertepatan juga dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN) antara Pemerintah dan DPR. Klop sudah :)

Berita sudah terlanjur menyebar sementara siapa yang menghembuskan isu ini tidak jelas. Buletin Penanganan Pengaduan Masyarakat Kementerian Sekretariat Negara edisi ke-17 Februari 2013  mengulas tentang permasalahan ini. Tentu saja tidak terlepas dari adanya pengaduan masalah tersebut ke Presiden.
Akan saya kutip intisari halaman pertama buletin tersebut.


Koordinasi Asdep Dumas dengan Biro Dana Pensiun, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Kementerian Keuangan, diperoleh penjelasan sebagai berikut:

1. PMK tersebut merupakan peraturan yang ditujukan untuk peserta Dana Pensiun sebagaimana dimaksudkan dalam UU Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Hal ini otomatis menjawab bahwa peraturan tersebut bukan untuk PNS, karena pengaturan pensiuan PNS mengacu kepada UU Nomor 11 TAhun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.

2. Yang dimaksud Dana Pensiun dalam PMK tersebut adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 1992 di atas. Dana Pensiun ini bersiat sukarela dan tidak bersifat wajib.

3. Bentuk Dana Pensiun ini terdiri dari:
3.1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), didirikan oleh pemberi kerja, baik swasta atau BUMN, untuk menyelenggarakan program pensiun bagi karyawannya. Sebagai contoh: Dana Pensiun Pertamina, Dana Pensiun Astra, Dana PEnsiun Bank Mandiri dan Dana Pensiun Telkom.
3.2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan, didirikan oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan program pensiun bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari DPPK. Contohnya: DPLK BANK BNI, DPLK Bank BRI, DPLK Jiwasraya dan DPLK Manulife.

4. PMK tersebut tidak terkait dengan RUU ASN yang sedang dalam pembahasan, sehingga ketentuan mengenai pembayaran sekaligus untuk uang pensiun PNS sampai saat ini tidak ada.

Berikut penjelasan dari beberapa instansi terkait:

Penjelasan dari Kemen PAN&RB
 
 Penjelasan Otoritas Jasa Keuangan

 Penjelasan Kemenkeu

Penjelasan Panglima TNI



 Penjelasan PT. ASABRI
 Semoga bermanfaat :)