-- Sebait kata untukmu, Dee --
Aku menyesal terlambat lahir karena semua hal pernah dilakukan orang-orang, tapi satu yang tak pernah kusesali adalah pilihan hidupku untuk mencintaimu _________________________________________ -- Hgg --

KOPI

EDISI 1: CANDU


Kopi itu candu, seperti kampung halaman.

Aku tak pernah bosan mendengar cerita para sesepuh tentang kampung halaman yang diapit gunung di utara timur barat dan laut di selatan. Tentang mitos desa dan nenek moyang mereka: para pembuka lahan sekaligus para pembabat hutan. Tentang laut selatan yang jaraknya mungkin cuma 1000 langkah kaki dari rumah dan ratu penguasanya. Tentang apa saja, tentang politik tingkat desa, tentang sepak bola, tentang Sabtu Pahing, hari lahirku yang konon sama dengan HB IX. Sekali lagi tentang apa saja.

Mungkin sudah puluhan kali kudengar cerita-cerita itu. Ingin kudengar cerita-cerita itu lagi sembari bercengkerama, sampai masing-masing dari kami menghabiskan sajian kopi tubruk yang biasanya disediakan tuan rumah. Biasa bagi kami berkunjung ke rumah tetangga. Bersilaturahim bergilir dari satu rumah ke rumah. Bercengkerama sampai kami beranjak pulang, biasanya setelah tengah malam. Sungguh mencandu.

Kebanyakan tidak mempunyai tv. Bukan karena kami mengerti bahwa percakapan lebih penting dari pada menonton tv. Barang itu masih menjadi barang mewah bagi kami. Kami kebanyakan juga tidak memiliki sofa, karena perlu ke kota untuk membelinya. Kursi bamboo atau rotan atau kayu yang kami kenal. Keras. Tak empuk, tapi ini lebih mewah daripada kursi empuk itu. Tak percaya? Para penduduk kota sudah ratusan kali berkunjung hanya membeli kursi bamboo, rotan atau kayu dari desa. Sembari mereka memborong cengkeh, pisang atau kopi dari penduduk. Tiga produk andalan desa.

Semua membuka kenangan masa kecil. Aku masih muda. Aku waktu itu berhajat harus tidur setelah tengah malam, karena kebanyakan makan. Ya karena kebanyakan makan. Kata orang-orang tua, "Jika banyak makan, maka kurangi tidur. Banyak tidur, kurangi makan." Jumlah makanan yang masuk perut harus berbanding terbalik dengan jumlah jam tidur. Dilakukan sebagai tirakat, sampai sukses. Entah apa definisi sukses, aku juga tak mengerti. 

Dalam sejarah kemunculan orang-orang sukses, yang kudengar adalah karena mereka pekerja keras. Sementara mereka-mereka ini banyak berbicara tentang impian. Aku tidak suka bermimpi. Aku lebih suka menyebutnya target. Tapi kenapa aku percaya hukum makan tidur itu? Mungkin para petani kopi sudah sukses membuat propaganda ini. Bayangkan jika seluruh penduduk desa harus tidur setelah tengah malam, tentu kopi akan jadi candu. Ah tapi tidak. Kami semua bisa menanam tanaman ini di kebun masing-masing. Tapi kenapa aku percaya hukum makan tidur itu? Pertanyaan itu harus kutanyakan lagi dan kucari jawabnya.


(Bersambung)

Jakarta, 21 Agustus 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Emoticon yang dapat digunakan [Tampilkan] [Sembunyikan]



:-))
:-)
:-D
(lol)
:-p
(woot)
;-)
:-o
X-(
:-(
:'-(
:-&
(K)
(angry)
(annoyed)
(wave) | (bye)
B
(cozy)
(sick)
(:
(goodluck)
(griltongue)
(mmm)
(hungry)
(music)
(tears)
(tongue)
(unsure)
(highfive)
(dance)
(blush)
(bigeyes)
(funkydance)
(idiot)
(lonely)
(scenic)
(hassle)
(panic)
(okok)
(yahoo)
(cry)
(doh)
(brokenheart)
(drinking)
(girlkiss)
(rofl)
(money)
(rock)
(nottalking)
(party)
(sleeping)
(thinking)
(bringit)
(worship)
(applause)
8
(gym)
(heart)
(devil)
(lmao)
(banana_cool)
(banana_rock)
(evilgrin)
(headspin)
(heart_beat)
(ninja)
(haha)
(evilsmirk)
(eyeroll)
(muhaha)
(taser) | (rammi)
(banana_ninja)
(beer)
(coffee)
(fish_hit)
(muscle)
(smileydance)
(fireworks)
(goal)
(bzzz)
(dance_bzz)
(Русский)
(code)
(morning)

Cara menggunakan: ketikkan emoticon yang diinginkan. Untuk yang ada pemisah berupa "|" maka itu adalah alternatif. Seperti (wave) | (bye) maka bisa (wave) bisa (bye)